Bank BPD DIY Ikut Garap Bandara NYIA, Teken Kontrak dengan PT PP dan PP KSO

Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY melakukan penandatanganan kerjasama penyaluran kredit dengan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Bank BPD DIY Ikut Garap Bandara NYIA, Teken Kontrak dengan PT PP dan PP KSO
Istimewa
BPD DIY melakukan MoU dengan PT PP dan Kerja sama dengan PP KSO 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yosef Leon Pinsker

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY melakukan penandatanganan kerjasama penyaluran kredit dengan PT Pembangunan Perumahan (PP) serta PP KSO selaku pelaksana proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA), di Gedong Wilis Kompleks Kepatihan, Jumat (2/11) siang.

Penekenan kerjasama tersebut dilakukan oleh Direktur Utama BPD DIY, Santoso Rohmad bersama dengan Direktur Utama PT PP, Lukman Hidayat, dan General Manager PP KSO, Andek Prabowo, yang disaksikan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

 Dalam kesepakatan tersebut, BPD DIY juga akan memberikan fasilitas layanan, jasa, dan pengelolaan perbankan kepada sub kontraktor PP KSO guna mendukung kelancaran proses pembangunan fisik NYIA.

Total penyaluran kredit kepada tiga sub kontraktor PP KSO, hingga saat ini telah mencapai Rp65 miliar yang mengalir kepada PT Pilar Ekatama, PT Penta Rekayasa, dan PT Interdesign.

Usai penandatanganan, Santoso Rohmad menguraikan, kerjasama yang dilakukan ini merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan oleh PP KSO kepada BPD DIY untuk memegang kas proyek tersebut.

Nilai proyek pembangunan NYIA fase kedua yang total mencapai sekitar Rp6 triliun, sambungnya, senilai 30 persen pembukaan rekeningnya akan dikelola oleh BPD DIY untuk kontraktor lokal dan pembelanjaan rutin lainnya.

"Sistem pembayaran dari PP KSO memakai SKPDN 90 hari, tentunya kontraktor butuh modal kerja guna penyelesaian proyek sehingga percepatan pembangunan dapat diselesaikan dengan baik," imbuhnya.

Dia juga menambahkan, jika operasional NYIA yang akan rampung pada April 2019 mendatang, pihaknya menargetkan akan mampu menyalurkan kredit hingga senilai Rp500 miliar.

"Sebagai bank pembangunan daerah, ini merupakan peran dan kontribusi kita dalam pembiayaan infrastruktur proyek nasional, kami harapkan juga bisa diterapkan di pemerintah daerah," tambahnya.

Sementara, Lukman Hidayat menjelaskan, mekanisme penyaluran kredit tersebut mulanya diawali dengan pemberian kontrak kepada para sub kontraktor, sehingga akan mendapatkan kredit dari BPD DIY. Selanjutnya, PP akan melakukan pembayaran kepada sub kontraktor melalui BPD DIY.

Hingga saat ini, kata Lukman, sementara telah terdapat 70 rekanan sub kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek NYIA.

"Selanjutnya kita pastikan akan bertambah, BPD DIY dalam hal ini juga akan mendapat peluang perluasan pasar ketika telah beroperasinya NYIA kedepan," ujarnya.

Saat ini, Lukman menambahkan, bahwa fase pertama dengan nilai Rp400 miliar telah rampung dikerjakan, kini pengerjaan fase kedua dengan total biaya Rp6 triliun telah mencapai penyelesaian sekitar lima persen, dan akhir April 2019 pembangunan landasan pacu ditargetkan akan selesai.

"Tapi kalau total selesai secara keseluruhan kita perkirakan rampung pada April 2020 mendatang," tutupnya. (*)

Editor: ribut raharjo
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved