Kriminalitas

Terbukti Bawa Sajam pada Dini Hari, 25 Pelajar Diamankan Polresta Yogyakarta

Jajaran Polresta Yogyakarta mengamankan 25 pelajar yang membawa senjata tajam di daerah Jalan Cantel Baru, Muja muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Terbukti Bawa Sajam pada Dini Hari, 25 Pelajar Diamankan Polresta Yogyakarta
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran Polresta Yogyakarta mengamankan 25 pelajar yang membawa senjata tajam di daerah Jalan Cantel Baru, Muja muju, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Sutikno SIK mengatakan anggota Patroli Sat Sabhara Polresta Yogyakarta menjumpai pengendera sepeda motor yang mencurigakan di Jalan Gedongkiwo.

Lalu petugas melakukan pengejaran dan berhasil diberhentikan.

"Kejadian sekitar Sabtu (29/9/2018) dini hari sekitar 01.30. Ada pengendara motor yang mencurigakan di daerah Gedongkuning. Setelah diberhentikan kemudian diperiksa. Setelah diperiksa ditemukan sajam dan batu," katanya pada Tribunjogja.com, Sabtu (29/9/2018).

Ia melanjutkan, petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan penyisiran.

Kemudian ditemukan gerombolan pemuda lainnya di daerah Jalan Cantel Baru, Muha Muji, Umbulharjo.

"Ada 25 orang yang diamankan. Masih pelajar, rata-rata masih SMP. Semua dibawa ke Mako Polresta Yogyakarta untuk ditangani lebih lanjut. Bagi yang bawa Sajam tentu akan diproses hukum, sementara yang lain diminta mengaji di masjid Polresta" lanjutnya.

Barang bukti juga diamankan berupa 15 motor, 9 handphone, senjata pedang 3, gear 3, linggis 1, pipa besi 1, tongkat 2, dan batu 4.

Beberapa waktu lalu Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Armaini, SIK mengatakan pendampingan keagamaan dilakukan untuk mengembalikan pelajar ke jalan yang benar.

Menurutnya anak yang terlibat merupakan anak yang membutuhkan perhatian.

"Kalau kegiatan untuk meminimalisir sudah banyak, kita melakukan razia, bekerjasama dengan sekolah untuk berikan pendampingan. Tetapi tidak itu saja, dari kepolisian juga ingin terlibat langsung. Mereka ini kurang perhatian, makanya melalui ngaji di masjid ini kita bisa berikan perhatian. Tidak hanya dari segi agama, tetapi juga berikan Budi pekerti," kata Kombes Pol Armaini.

Ia menjelaskan pelajar nantinya akan belajar mengaji di Masjid selama 6 hari, dari Senin sampai Kamis.

Sementara Jumat, pelajar akan diajak olahraga bersama dengan Kapolresta dengan berlari keliling kota. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved