Sains

Strategi Politik Suku Maya Kuno Disebut Mirip Game of Thrones

Altar itu pun disebut telah melengkapi teka-teki yang berhubungan dengan politik kultur suku Maya.

Strategi Politik Suku Maya Kuno Disebut Mirip Game of Thrones
via Kompas.com
Prasasti berusia 1.500 tahun menunjukkan ukiran raja Maya, Chak Took Ichaak. 

TRIBUNJOGJA.COM - Temuan yang berhubungan dengan peradaban Maya kuno diumumkan oleh para arkeolog.

Penemuan tersebut sebuah altar batu kapur yang usianya 1.500 tahun.

Menurut para arkeolog, altar tersebut memberi informasi tentang strategi politik dinasti Kaanul untuk membuat seluruh kota ada di genggamannya.

Strategi perebutan kekuasaan ini mirip seperti yang dikisahkan dalam serial televisi terkenal, Game of Thrones.

Di mana seorang penguasa bersekutu dengan penguasa lain untuk menaklukkan sebuah daerah.

Baca: Melihat Harta Karun Mataram Kuno, dari si Cantik Prajdnaparamita Hingga Mangkuk Emas Relief Ramayana

Memiliki berat sekitar satu ton, altar itu ditemukan di sebuah situs arkeologi La Corona yang ada di dalam hutan utara Guatemala.

Menurut Tomas Barrientos yang merupakan co-director penggalian dan penyelidikan, prasasti kuno itu ditemukan di sebuah kuil.

"Kemudian ada raja Chak Took Ich'aak, penguasa La Corona, yang duduk dan memegang tongkat dengan dua dewa pelindung kota," kata Barrientos dilansir AFP, Jumat (14/9/2018).

Menurut hasil analisis, altar dengan ukuran 1,46 meter kali 1,2 meter itu bertuliskan hieroglif - sistem tulisan kuno yang terdiri dari kombinasi elemen logograf dan alfabet - Maya kuno yang ditulis pada 12 Mei 544.

Selain itu, Barrientos dan timnya juga menemukan bukti bahwa raja Chak Took Ich'aak pernah memerintah kota di dekatnya El Peru-Waka sekitar 20 tahun kemudian.

Baca: Topeng Berusia 1.500 Tahun Ini Diyakini Milik Raja Suku Maya 

Halaman
123
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved