Hukum

Perbolehkan Mantan Napi Korupsi Nyaleg, KPK Hormati Keputusan MA

Perbolehkan Mantan Napi Korupsi Nyaleg, KPK Hormati Keputusan Mahkamah Agung.

Perbolehkan Mantan Napi Korupsi Nyaleg, KPK Hormati Keputusan MA
Reza Jurnaliston
Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat Ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (14/9/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Mahkamah Agung memutuskan mantan narapidana korupsi diperbolehkan untuk menjadi calon legislatif.

MA menilai larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif bertentangan dengan Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Menanggapi keputusan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan  menghormati putusan MA.

KPK sebagai intitusi penegak hukum mau tidak mau harus menghormati intitusi peradilan, meskipun diawal KPK sangat berharap sebenarnya ada perbaikan yang signifikan yang kita lakukan bersama-sama untuk lebih menyaring caleg agar tidak terjadi korupsi-korupsi di DPR atau di DPRD” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (14/9/2018).

Diketahui, Mahkamah Agung ( MA) telah memutus uji materi Pasal 60 huruf j Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Kabupaten/kota terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu (UU Pemilu) pada Kamis (13/9/2018) kemarin.

Baca: MA Perbolehkan Mantan Narapidana Korupsi Nyaleg

Pasal yang diuji materikan itu mengatur soal larangan bagi mantan narapidana kasus korupsi, mantan bandar narkoba dan kejahatan seksual pada anak untuk maju menjadi calon legislatif.

Febri justru mengatakan, secara kumulatif, hingga saat ini, KPK telah menangani kasus korupsi yang melibatkan 146 orang anggota DPRD.

“Di mana kasus yang di KPK saja untuk DPRD ada sekitar 146 anggota DPRD yang sudah diproses sampai dengan saat ini dan kemungkinan bertambah sepanjang ada bukti cukup dan lebih dari 70 anggota DPR,”kata Febri.

Febri berharap, dengan fenomena tersebut pihaknya berharap ke depan parlemen atau DPR bisa lebih bersih dari korupsi.

Menurut Febri, seharusnya calon legislatif perlu disaring sejak awal untuk menghadirkan parlemen yang berintegritas.

Halaman
12
Editor: has
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help