Gempa 7,0 SR Munculkan Fenomena Likuifaksi Tanah di Lombok Utara, Begini Penampakannya

Data itu merupakan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (9/8/2018) pukul 17.00

Gempa 7,0 SR Munculkan Fenomena Likuifaksi Tanah di Lombok Utara, Begini Penampakannya
BMKG.go.id
Gempa bumi 

TRIBUNJOGJA.COM - Gempa di Lombok dengan magnitudo 7,0 SR pada Minggu (5/8/2018) memberikan dampak yang luas.

259 orang meninggal dunia, 1.033 orang mengalami luka berat dan puluhan ribu bangunan rusak.

Data itu merupakan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Kamis (9/8/2018) pukul 17.00 WIB.

Kemudian akibat gempa susulan berskala 6,2 SR Kamis siang, 24 orang terluka karena terkena bangunan roboh.

TrtibunJogja.com kutip dari Kompas.com, sebanyak 270.168 orang juga mengungsi di berbagai tempat.

Namun, jumlah itu hanyalah data sementara, karena belum semua pengungsi terdata dengan baik.

Selain korban tewas ataupun luka serta bangunan rusak, gempa 7,0 SR di Lombok juga menimbulkan fenomena lain.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB di akun Twitternya menjelaskan, di Desa Selengen, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, muncul fenomena likuifaksi akibat gempa besar itu.

Likuifaksi ini menyebabkan bangunan roboh, karena tanah di bawahnya menjadi gembur akibat gempa dan menyebabkan pondasinya patah.

Likuifaksi tanah adalah suatu fenomena perilaku tanah yang jenuh karena kehilangan kekuatan dan kekakuan akibat adanya tegangan.

Tegangan ini bisa berupa gempa bumi atau perubahan lain secara tiba-tiba, menyebabkan tanah berperilaku seperti cairan atau air berat.

Adapun penampakan penggemburan tanah di Lombok Utara, sebagaimana dibagikan Sutopo lewat sebuah video adalah sebagai berikut :

Penulis: say
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help