Sleman

Pemkab Sleman Kampanyekan Gerakan Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah

Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan deklarasi dam kampanye Gerakan Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah.

Penulis: Siti Umaiyah | Editor: Gaya Lufityanti
zoom-inlihat foto Pemkab Sleman Kampanyekan Gerakan Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah
Pemkab Sleman

Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Siti Umaiyah

TRIBUNJOGJA.COM – Pemerintah Kabupaten Sleman bersama dengan Dinas P3AP2KB melakukan deklarasi dam kampanye Gerakan Perlindungan Anak terhadap Gizi dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah (Lentera Zimanja).

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang perlindungan anak terhadap gizi dan keamanan jajanan anak sekolah.

Kampanye dan Deklarasi yang dilakukan di Kantor Kecamatan Sayegan tersebut merupakan satu di antara upaya Dinas P3AP2KB dalam mengedukasi masyarakat untuk senantiasa memproduksi dan menjual makanan yang sehat bagi anak-anak.

Baca: Disperindag Sleman Fokuskan Peremajaan Sejumlah Pasar Tradisional

Kepala Dinas P3AP2KB, Mafilindati Nuraini menerangkan, agar program tersebut bisa berjalan, pihaknya tidak hanya memberikan edukasi terhadap anak, guru maupun orangtua saja, namun juga para pedagang keliling maupun pedagang yang ada di kantin.

“Untuk mensukseskan program ini, harus ada keterpaduan dari berbagai pihak. Hal ini merupakan upaya dalam memberikan perlindungan terhadap anak. Kita ingin membentuk budaya mengkonsumsi makana bergizi dan jajanan yang sehat sekaligus aman bagi anak,” terangnya pada Tribunjogja.com.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengatakan dirinya sangat mendukung dengan adanya kampanye program tersebut, yang mana kampanye tersebut diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya memberikan jajanan yang bergizi dan aman dikonsumsi oleh anak.

“Fenomena permasalahan gizi dan kasus keracunan makanan di sekolah saat ini cenderung meningkat. Program ini sangatlah penting untuk antisipasi agar kasus-kasus tersebut bisa diminimalisir,” katanya.

Muslimatun mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman telah melakukan inisiasi program kantin sehat, yakni kantin sekolah yang memperoleh sertifikat laik Hygiene Sanitasi sesuai dengan indikator dari Kementerian Kesehatan.

Selain itu, dari Dinas Kesehatan telah menginisiasi stiker Jajanan Bebas Bahan Berbahaya bagi para pedagang keliling.

Baca: Pemkab Sleman Upayakan Pembangunan Pasar Tradisional

Sampai saat ini, sudah ada 300 pedagang keliling yang telah dinyatakan bebas bahan berbahaya.

“Saya harap program Lentera Zimanja ini dapat memperkuat upaya Pemkab Sleman untuk mewujudkan Kabupaten yang Sehat,” ujarnya.

Pardiman, selaku Ketua Paguyuban Pedagang Makanan Keliling di Kecamatan Sayegan mendukung dengan adanya kampanye program Lentera Zimanja.

Menurutnya, hal tersebut bisa meningkatkan kesadaran bagi pedagang untuk menjajakan makanan yang sehat bagi masyarakat, terutama kepada anak.

“Kami sangat mendukung. Program ini tidak melarang pedagang untuk berjualan, namun lebih mengajak kita untuk memproduksi makanan yang aman dan sehat,” jelasnya. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved