Pendidikan
SMAN 3 Yogyakarta Manfaatkan MPLS untuk Genjot Prestasi Non Akademik
Humas SMAN 3 Yogyakarta, Agus Santoso mengatakan MPLS dilaksanakan dari 16 hingga 18 Juli 2018.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Calon Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Hari ini siswa baru di sekolah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Tak ketinggalan, SMAN 3 Yogyakarta juga menggelar MPLS.
Humas SMAN 3 Yogyakarta, Agus Santoso mengatakan MPLS dilaksanakan dari 16 hingga 18 Juli 2018.
"Dilakukan selama tiga hari, dimulai dari pukul 07.00 hingga 15.30, sama kayak sekolah. Untuk MPLS ada tim guru yang jadi panitia, dibantu dengan siswa," kata Agus Senin (16/7/2018).
Baca: Libur Sekolah Usai, Kunjungan Wisatawan ke Pantai Depok Menurun Tajam
Ia mengatakan MPLS dimanfaatkan sekolah untuk mensosialisakan terkait kurikulum dan proses belajar mengajar di SMAN 3 Yogyakarta.
Tidak hanya itu, sekolah juga memanfaatkan MPLS untuk menggenjot prestasi non akademik.
"Kami manfaatkan MPLS ini malah untuk menggenjot prestasi non akademik. Kemarin kami kalah cuma dapat perunggu, jadi anak-anak yang sudah ada prestasinya akan kami genjot lagi," kata Agus.
Ia pun menerangkan dalam MPLS akan mengundang budayawan untuk mengenalkan pakaian adat Jawa.
Hal juga dilakukan untuk mendukung pendidikan berbasis budaya.
"Kamis pahing kan sekolah menggunakan pakaian adat. Kami sengaja undang budayawan untuk kenalkan pakaian adat yang benar. Ini juga untuk mendukung pendidikan berbasis budaya," terangnya.
Baca: Jujur itu Hebat Ala SMAN 3 Yogyakarta
Salah satu peserta MPLS SMAN 3 Yogyakarta, Farizki Hany Prasetya (15) mengaku gugup sekaligus bersemangat dalam mengikuti MPLS di sekolah impiannya.
Farizki mengatakan tidak ada atribut dan perintah aneh untuk MPLS.
"Gugup sih tetapi juga bersemangat. Sejauh ini menyenangkan, kakak pembimbing juga baik. Tugas hanya membuat papan nama dan jurnal," katanya.
Ia mengungkapkan, untuk membuat papan nama, siswa diberi soal cerita.
Bahan untuk membuat papan nama pun disediakan oleh sekolah.
"Aada ada soal 4 paragraf, itu teka teki gitu sih. Kami yang mencari jawaban. Kami bikin bareng satu kelas sebelumnya. Terus juga bikin jurnal, dijurnal itu kami menulis apa yang dirasakan atau unek-unek selama MPLS," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)