Gunungkidul

MPLS di SMPN 2 Wonosari Libatkan Puskesmas dan Polres Gunungkidul

Pada hari pertama kegiatan MPLS diisi dengan kegiatan parenting dimana dalam kegiatan ini orangtua diundang kesekolah.

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM/ Wisang Seto Pangariwibowo
Satbinmas Polres Gunungkidul saat memberikan sosialisasi di SMPN 2 Wonosari, Senin (16/7/2018) 

Laporan Calon Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA,GUNUNGKIDUL - Hari pertama sekolah di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Wonosari pada Senin, (16/7/2018) diwarnai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dilangsungkan selama 3 hari.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SMPN 2 Wonosari, Purwanto. 

Ia mengatakan, pada hari pertama kegiatan MPLS diisi dengan kegiatan parenting dimana dalam kegiatan ini orangtua diundang kesekolah.

"Parenting adalah kegiatan penyerahan anak kepada pihak sekolah, dan dilakukan pembentukan persatuan orangtua, pelibatan orangtua sangat dibutuhkan dalam kegiatan sekolah," terangnya, Senin siang.

Baca: Disdikpora DIY: MPLS Hari Ini Lancar

Ia mengatakan dalam MPLS juga diisi dari pihak lain antara lain dari puskesmas dan Polres Gunungkidul.

"Polres Gunungkidul akan mensosialisasikan terkait lalu lintas untuk memberikan arahan bagaimana tata tertib berlalulintas," katanya.

Purwanto mengatakan sistem zonasi dapat mempermudah masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.

"Kami juga membebaskan orangtua murid untuk mendapatkan seragam dari mana saja, kedpannya kami akan mengembangkan sekolah asuh sebaya jika di SMP 2 sudah tidak ada lagi yang disantuni kami akan menyantuni sekolah lain karena sudah ada program sekolah yaitu program sosial," jelasnya.

Sementara itu Satbinmas Polres Gunungkidul Iptu Surahyo mengatakan kegiatan ini untuk menyosialisasikan tata tertib berlalu lintas di tingkat SMP.

Baca: ABDW Gambarkan Kondisi Gunungkidul Lewat Pameran Seni

"Sosialisasi tentang lalulintas dan kenakalan remaja karena angka lakalantas di Indonesia khususnya di Gunungkidul pelaku maupun korban cukup tinggi. Untuk mengurangi lakalantas, paling tidak cidera pada anak," tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya tidak hanya akan melakukan sosialisasi lalulintas tetapi juga akan menyosialisasikan bahaya penggunaan narkoba, kenakalan remaja, serta tertib lalu lintas.

"Dengan pergerakan ekonomi yang tiba-tiba seperti dipinggir Gunungkidul yang terdampak JJLS saat ini punya uang untuk membeli kendaraan bermotor. Satu diantara pemicu penyebab angka kecelakaan dikalangan anak-anak karena anak-anak belum punya hak untuk mengendarai kendaraan bermotor, dan secara emosi masih labil," terangnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved