Sains

Ular Berkepala Dua Ini Mampu Bertahan Hidup Meski Hanya dengan Satu Sistem Pernafasan

Kasus kelainan genetik terbilang langka, setidaknya hanya ada satu dari 10.000 kelahiran seperti ini.

Ular Berkepala Dua Ini Mampu Bertahan Hidup Meski Hanya dengan Satu Sistem Pernafasan
Metro
Ular berkepala dua ditemukan September tahun lalu di halaman belakang rumah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Meski bagi manusia cukup banyak, kelahiran kembar siam adalah sesuatu yang langka di dunia hewan.

Pertengahan Mei lalu kita mendengar kabar kelahiran rusa kembar siam di Minnesota, Amerika Serikat.

Rupanya, di negara bagian AS lainnya, yakni Louisiana, hidup seekor ular kembar siam.

Berbeda nasib dengan rusa kembar siam, ular tikus barat (Pantherophis obsoletus) milik Tanee Janusz itu masih sehat sejak ditemukan September tahun lalu di kebun milik temannya.

Sejak saat itu Tanee yang bekerja sebagai seorang naturalis merawat ular unik itu dan menamai masing-masing kepala ular dengan nama Filo dan Gumbo.

Baca: Fenomena Anak Sapi Berkepala Dua, Masyarakat Tak Usah Khawatir

Kasus kelainan genetik terbilang langka, setidaknya hanya ada satu dari 10.000 kelahiran seperti ini.

Kelainan genetik disebabkan oleh pembelahan embrio yang tidak sempurna.

Hal ini menyebabkan hewan lahir dengan dua kepala dalam satu tubuh, satu sistem pernapasan, dan satu sistem pencernaan.

"Saat saya pertama kali melihat mereka, saya pikir mereka adalah hewan paling unik yang pernah ada," ujar Tanee dilansir Metro, Senin (4/6/2018).

"Mereka kadang memiliki keinginan berbeda yang berujung pertengkaran, misalnya yang satu ingin pergi ke suatu arah tapi yang lain ingin pergi ke arah sebaliknya. Akhirnya mereka berkelahi," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help