Seorang Mahasiswa Curi Pakaian Dalam Wanita, Saat Ditanya : Buat Saya Pakai Sendiri

Seorang mahasiswa mencuri pakaian dalam wanita di sebuah toko. Ia Ngaku sudah dua kali nyuri

Seorang Mahasiswa Curi Pakaian Dalam Wanita, Saat Ditanya : Buat Saya Pakai Sendiri
Wikimedia Commons
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, SIDOARJO - Fani Arsiando, pemuda 19 tahun asal Suko, Sidoarjo yang ketahuan mencuri sejumlah pakaian dalam wanita di sebuah toko di Jl KH Mukmin, Sidokare, Sidoarjo ternyata seorang mahasiswa di Surabaya.

Anehnya, ketika ditanya untuk apa mengambil barang-barang kebutuhan wanita di toko tersebut, pemuda ini mengaku untuk dipakai sendiri.

"Saya pakai sendiri," jawab Fani Arsiando saat di Polsek Sidoarjo Kota, Sabtu (10/2/2018).

Dalam pemeriksaan polisi, pemuda ini juga mengaku sudah dua kali melakukan hal tersebut di toko yang sama. Hanya saja, aksi pertama berjalan lancar karena penjaga toko seperti kena gendam ketika barang yang dipilihnya ditukar dengan handphone milik tersangka.

Pada aksi pertama, sejumlah pakaian dalam yang diambilnya dari toko itu bernilai sekitar Rp 600.000, cuma separo dari nilai barang yang diambilnya kali kedua dan mengantarkannya ke penjara kali ini.

Tentang cara mencuri model itu, dia mengaku sudah belajar cukup lama. Katanya, belajar ilmu ini dari Jombang. Termasuk kaos kaki yang dipakainya membekap penjaga toko pada aksi Jumat kemarin, sudah dipakainya setahun dan tidak pernah dicuci.

"Iya, kaos kaki itu sudah setehaun tidak saya cuci. Saya dapat amalan dari Jombang," aku pria yang kemayu tersebut.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Jumat (9/2/2018) sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu, pelaku masuk toko dan memilih-milih pakaian dalam wanita berupa BH, korset dan stoking, layaknya pembeli pada umumnya.

Selanjutnya, barang-barang yang sudah dipilih itu diserahkan ke pegawai toko untuk dihitung. Sebanyak 20 potong barang yang setelah ditotal nilainya Rp 1.182.000 itu kemudian disuruh memasukkan ke dalam kantong plastik.

Namun karena pelaku tidak membayar barang yang dipilihnya itu. penjaga toko juga tidak bersedia membungkusnya.

Dari sana kemudian pegawai toko tersebut malah didorong mundur dan saat disudut toko, pelaku menutup mulut korban dengan tangannya.

Si pegawai kemudian berteriak minta tolong, tapi pelaku malah mengambil kaos kaki yang dipakainya untuk membungkam mulut korban.

Untungnya, ada warga yang akan berangkat sholat Jum'at mendengar teriakan korban dan masuk ke toko membantu korban.

Kemudian pelaku ditangkap beramai-ramai oleh warga dan diserahkan ke Polsek Sidoarjo Kota. (*) 

Editor: mon
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help