TribunJogja/

Perlintasan Sebidang di Ngeseng Resmi Ditutup Total

Dengan ditutup totalnya perlintasan tersebut, pengendara dari arah Wates atau Pengasih tidak bisa lagi mengakses jalan nasional Wates-Yogyakarta.

Perlintasan Sebidang di Ngeseng Resmi Ditutup Total
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Perlintasan sebidang di Ngeseng, Sentolo, resmi ditutup total, Kamis (7/12/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Rencana penutupan perlintasan kereta api sebidang di Ngeseng, Sentolo akhirnya terealisasi setelah sempat beberapa kali molor dilaksanakan.

Kamis (7/12/2017), palang pintu KA di perlintasan itu dicabut dan jalan lintas dipasangi penghalang dari lempengan baja.

Penutupan secara permanen dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional VI Yogyakarta.

Dengan ditutup totalnya perlintasan tersebut, pengendara dari arah Wates atau Pengasih tidak bisa lagi mengakses jalan nasional Wates-Yogyakarta melalui perlintasan tersebut.

Warga harus memutar melalui jalan layang (flyover) dan simpang empat Ngelo, demikian juga dari arah sebaliknya.

"Ini penutupan perlintasan sebidang kali kedua di wilayah Daops VI setelah sebelumnya perlintasan di bawah jalan layang Janti (Bantul) ditutup," kata Kasubdit Rekayasa dan Peningkatan Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, Yus Rizal di sela kegiatan.

Ia menyebut, penutupan perlintasan sebidang menjadi keniscayaan di tengah semakin majunya perkembangan teknologi sarana dan prasarana perekeretaap[ian Indonesia.

Laju kereta semakin kencang dengan frekuensi perjalanan kereta api kian banyak dan jarak tempuhnya cenderung pendek.

Hal ini tentu akan rawan kecelakaan apabila perlintasan sebidang dibiarkan terbuka.

"Di Jawa dan Sumatera, sedikitnya ada 6000 perlintasan sebidang dam banyak terjadi kecelakaan. Perlintasan ini akan kita tutup secara bertahap,"kata dia.(*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help