TribunJogja/

Di Australia Ada Kutu Laut, Di Gunungkidul Ada Ubur-ubur Beracun, 20 Wisatawan Jadi Korbannya

Sejumlah wisatawan tengah asyik bermain air di bibir pantai, mereka mengeluhkan sakit di bagian kaki, seperti tersengat.

Di Australia Ada Kutu Laut, Di Gunungkidul Ada Ubur-ubur Beracun, 20 Wisatawan Jadi Korbannya
tribunjogja/rendika ferri k
Petugas SAR memberikan pertolongan medis kepada korban sengatan ubur-ubur beracun di Pantai Sepanjang, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (13/8/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Meskipun tidak tergolong sebagai hewan pemakan daging seperti kutu laut yang menyerang seorang remaja di Australia, namun ubur-ubur beracun juga berbahaya bagi pengunjung pantai.

Baca: Kutu Laut Tak Seseram 2 Hewan Laut Ini yang Juga Pemakan Daging

Sebanyak 20 orang wisatawan di kawasan Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul menjadi korban sengatan hewan ubur-ubur beracun atau lebih dikenal impes, Minggu (13/8/2017).

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (13/8/2017), sekitar pukul 10.00 pagi, ketika rombongan wisatawan asal Klaten dan beberapa wisatawan dari daerah lain tengah berwisata di Pantai Sepanjang, Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul.

Baca: Malang! Bocah Ini Disengat 60 Hewan Seukuran Kuku Jari Manusia, dan Berakhir Tragis

Suasana pantai Sepanjang normal seperti biasa, mulai ramai wisatawan berdatangan saat akhir pelan.

Namun saat sejumlah wisatawan tengah asyik bermain air di bibir pantai, mereka mengeluhkan sakit di bagian kaki, seperti tersengat.

Bentuk ubur-ubur yang terdampar di Pantai Parangtritis
Bentuk ubur-ubur yang terdampar di Pantai Parangtritis (tribunjogja/anasapriyadi)

Tim SAR langsung mendatangi korban dan melihat bintik-bintik merah di kulit akibat tersengat ubur-ubur beracun atau impes. 

"Tiba-tiba kami mendapatkan laporan ada wisatawan yang tersengat hewan laut di bibir pantai, mereka langsung kami evakuasikan. Setelah ditelusuri ternyata serangan ubur-ubur beracun," ujar Surisdiyanto, Minggu (13/8/2017).

Baca: Delapan Wisatawan Pantai Parangtritis Jadi Korban Sengatan Ubur-ubur Beracun

Wisatawan yang menjadi korban sengatan impes mengeluhkan gatal-gatal di bagian yang tersengat, sakit perut,  dan sebagian lagi mengalami sesak napas.

Para korban langsung dibawa ke Pos SAR untuk diberikan pertolongan. Sebanyak tiga korban yang mengalami sesak napas langsung diberikan oksigen.

Petugas SAR juga mengusapkan alkohol di bagian tubuh yang terkena sengatan ubur-ubur untuk meredam rasa sakit yang ditimbulkannya.

Kendati banyak terjadi korban, namun tidak sampai menimbulkan luka ataupun sakit yang serius.

"Total yang tercatat ada sebanyak 14 orang korban, namun sebetulnya ada sebanyak 20 orang korban," ujar Surisdiyanto. (*)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help