Museum Sandi Sediakan Ruang Cryptogames

Museum Sandi yang terletak di Jalan Faridan M Noto 21 Kota Baru Yogyakarta memiliki 43 koleksi benda persandian Indonesia.

Tayang:
Penulis: Hamim Thohari | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Museum Sandi yang terletak di Jalan Faridan M Noto 21 Kota Baru Yogyakarta memiliki 43 koleksi benda persandian Indonesia. Yogyakarta dipilih menjadi tempat beradanya museum sandi karena sejarah persandian Indonesia berawal dari Yogyakarta.

Menurut Anis Hilal selaku Koordinator Museum Sandi, pada 1948 saat terjadi Agresi Militer Belanda II yang menyerang Yogyakarta, pejuang Indonesia mulai menggunakan sandi dalam melawan Belanda.

Museum Sandi berdiri pada 29 Juli 2008. Pertama berdiri museum ini menjadi satu dengan Museum Perjuangan Yogyakarta yang terletak di Brontokusuman Jl. Kolonel Sugiyono, No 24 Yogyakarta. Kemudian mulai Januari 2014 pindah ke Jalan Faridan M Noto 21 Kota Baru Yogyakarta.

Menurut Anis Hilal, tujuan dibuatnya museum Sandi adalah menampilkan dan memelihara koleksi benda-benda sandi yang bernilai sejarah untuk menambah pengetahuan serta wawasan pengunjung tentang dunia persandian.

Museum yang berada langsung di bawah Lembaga Sandi Negara ini memiliki koleksi seperti buku kode, telegraf, hingga berbagai jenis mesin sandi buatan dalam maupun luar negeri. "Museum Sandi menampilkan koleksinya secara menarik, menyenangkan, dan mendidik berdasarkan alur sejarah persandian. Selain itu kami menggunakan panel multimedai interaktif untuk menerangkan persandian Indonesia", jelas Anis.

Setiap bulannya museum ini dikunjungi sekitar 1.000 pengunjung. Kebanyakan dari mereka adalah mahasiswa, pelajar, dan warga negara asing. "Dibandingkan dengan museum lain yang ada di Yogyakarta, jumlah kunjungan di museum Sandi masih kecil. Di Yogya ada sebuah museum yang jumlah pengunjungnya bisa mencapai 10 ribu pengunjung setiap bulannya", tambah Anis.

Museum ini memilik fasilitas pemandu, anjungan informasi elektronik, ruang pameran, ruang multimedia, serta ruang cryptogames. Selain tidak memungut biaya ke pengunjung, untuk meningkatkan jumlah kunjungan, pihak museum melakukan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Yogyakarta dan Badan Musyawarah Museum Yogyakarta. (mim)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved