Pemkot Targetkan Rp 1 Miliar dari Penyewaan Stand PMPS

Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan penerimaan dana dari penyewaan lahan dan stand PMPS Rp 1 miliar.

Pemkot Targetkan Rp 1 Miliar dari Penyewaan Stand PMPS
TRIBUNJOGJA
Suasana PMPS tahun lalu di Alun-alun Utara
TRIBUNJOGJA, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan penerimaan dana dari penyewaan lahan dan stand Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun utara Keraton Yogyakarta tahun ini mencapai Rp 1 miliar.

Kepala Bidang Pajak Daerah Dinas Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta, Tugiyarta menjelaskan, panitia telah menyediakan 235 stand yang terbagi menjadi lima zonasi, yakni zona A sebanyak 22 stand, zona B sebanyak 78 stand, zona C ada 56 stand, zona D ada 48 stand serta zona E sejumlah 31 stand.

Sedianya, para calon peserta PMPS 2012 bisa mendaftarkan diri mulai Selasa (20/11/2012) hingga satu bulan ke depan. Tugiarta memaparkan tersedia dua pilihan kategori stand  yakni stand reguler dan stand premium dengan harga sewa tiap stand mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. Bedanya, stand premium lokasinya berhadapan langsung dengan jalan dan area parkir sehingga lebih mudah diakses oleh pengunjung.

“Awalnya yang premium 12 stand namun karena untuk jalan pasukan dikurangi 6 stand. Kami juga menyediakan ruang untuk toilet,” ucap Tugiarta,  Selasa (20/11/2012).

Meski demikian, keberadaan zonasi tersebut tidak mempengaruhi penyebaran klasifikasi produk maupun penyewa. Misalnya saja, wahana permainan yang dulunya dikonsentrasikan dalam satu zona, kini justru disebar dalam tiga zona sekaligus yakni di zona B, C dan D. Sedangkan untuk UMKM disediakan 16 stand di zona E bersanding dengan 9 stand reguler dan 6 stand premium. “Tidak ada zona khusus yang disediakan, termasuk zona permainan, semuanya tersebar,” jelas Tugiarta.

Untuk mengoptimalkan transaksi perekonomian di seluruh kawasan PMPS, Pemkot Yogyakarta memutuskan untuk mengubah penataan parkirnya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya parkir pengunjung berada di pinggir jalan, maka tahun ini panitia memanfaatkan sisi utara Alun-alun yang sebelumnya merupakan area paling strategis sebagai lahan parkir. "Sehingga sisi selatan yang biasanya sepi bisa ramai dikunjungi," paparnya.

Artinya, dari keseluruhan kawasan Alun -alun utara Kraton Yogyakarta yang digunakan untuk PMPS, 25 persennya dimanfaatkan sebagai lahan parkir, dan sisanya 75 persen sebagai lahan Sekaten. "Diprediksi akan ada 372 unit mobil dan 832 unit sepeda motor yang parkir setiap malamnya," tandasnya.

Dengan penataan areal parkir yang baru ini, diharapkan semua kendaran roda dua maupun mobil bisa diparkir disana. Kalaupun sudah penuh, pengunjung bisa memanfaatkan areal parkir reguler di luar kawasan tersebut."Yang jelas, jangan sampai mengganggu jalan,” imbuhnya.

Di lain pihak, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menegaskan bahwa pelaksanaan PMPS tahun ini tetap harus mengedepankan tiga aspek penting yakni perekonomian, religi dan budaya.

Namun, akan ada beberapa perubahan penataan kawasan dan tema PMPS tahun ini, agar lebih mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Yogyakarta. "Kami akan mengupayakan agar sisi selatan bisa lebih ramai, sebab selama ini area tersebut kurang diminati masyarakat," terang Haryadi.

Di samping itu, pihaknya berkomitmen akan memeriahkan event tahunan tersebut dengan konten-konten kebudayaan yang lebih kental agar masyarakat bisa memahami makna dan hakekat Sekaten.(*)

Penulis: esa
Editor: evn
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help