Jejak Situs Purbakala
Situs Terkubur Akibat Gempa dan Erupsi
BANYAKNYA situs-situs purbakala di daerah Yogyakarta tak lepas dari adanya peninggalan pra sejarah di beberapa wilayah DIY.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: tea
Oleh Indung Panca Putra
Ketua Kelompok Perlindungan Balai Pelestarian Cagar Budaya
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - BANYAKNYA situs-situs purbakala di daerah Yogyakarta tak lepas dari adanya peninggalan pra sejarah di beberapa wilayah DIY. Banyak sekali wilayah di Yogyakarta seperti Gunungkidul dan Sleman yang didominasi oleh benda purbakala dan unsur masa klasik.
Sementara proses terkuburnya situs-situs tersebut, dikarenakan dua faktor alam. Yogyakarta memiliki gunung berapi cukup aktif yaitu gunung Merapi dan dari kajian geologis terdapat beberapa cesar atau patahan sehingga dimungkinkan adanya gempa tektonis. Paling banyak bangunan terkubur adalah candi atau situs di wilayah Sleman karena dekat dengan Gunung Merapi.
Pertama lantaran abu vulkanis dan material gunung berapi yang terbawa oleh aliran sungai. Kemungkinan besar, material yang dimuntahkan dari erupsi gunung Merapi dengan intensitas cukup tinggi dibandingkan dengan aliran sungai, sehingga membuat material meluap dan membuat benda-benda di sekitar sungai terendam dan terkubur.
Hal tersebut cukup signifikan, karena dari tinjauan arkeologis bangunan pra sejarah yang dianggap suci tersebut, biasanya dibangun di dekat sumber air dalam hal ini sungai. Sebagai contoh beberapa candi di daerah Sleman seperti candi Pal Gading, Kimpulan, yang terkubur hingga 4-6 meter di dalam tanah selama bertahun-tahun. (ais)