Berita Magelang
Penghasilan Merosot Imbas Pemugaran Candi Mendut, Pedagang Mengadu ke DPRD Magelang
Puluhan pedagang Candi Mendut mengadu ke DPRD Magelang karena penghasilan merosot akibat pemugaran.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Puluhan pedagang Candi Mendut mengadu ke DPRD Magelang karena penghasilan merosot akibat pemugaran.
- Tuntutan utama: kompensasi, pembebasan sewa kios Rp2,2 juta per tahun, dan sosialisasi pemugaran.
- DPRD berjanji menindaklanjuti dengan memanggil pihak Museum dan Cagar Budaya serta dinas terkait.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Puluhan pedagang kaki lima di kawasan Candi Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mendatangi DPRD Kabupaten Magelang untuk menyampaikan keluhan terkait lamanya proses pemugaran candi yang berdampak pada pendapatan mereka.
Dalam aksi tersebut, para pedagang sempat membentangkan spanduk dan poster berisi beragam tuntutan, mulai dari kompensasi selama pemugaran, pembebasan sewa kios, serta kritik minimnya sosialisasi yang dinilai merugikan pedagang.
Tak berselang lama aksi dilakukan, perwakilan pedagang diterima Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Soeharno bersama anggota Komisi II DPRD Kabupaten Magelang.
Pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, Dinas Perhubungan, serta Badan Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD).
Tuntutan Pedagang
Ketua Paguyuban Pedagang Candi Mendut, Zulfiati, mengatakan para pedagang menyampaikan sejumlah tuntutan dalam pertemuan tersebut.
“Tuntutan pertama sosialisasi adanya pemugaran candi karena selama ini belum ada. Kedua pembebasan sewa kios karena tamu tidak ada. Tiap tahun sewanya Rp 2,2 juta,” kata Zulfiati di DPRD Kabupaten Magelang, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, karena minimnya pengunjung selama pemugaran, pedagang juga meminta keringanan sewa area parkir serta kompensasi selama proses pemugaran berlangsung.
Menurutnya, hampir seluruh pedagang tidak dapat berjualan karena tidak ada wisatawan yang datang.
Pedagang di kawasan Candi Mendut, lanjut Zulfiati, berjumlah 76 orang dengan sekitar 70 pedagang masih aktif.
Ia mengungkapkan, sebelum adanya pemugaran pendapatan pedagang bisa menyentuh Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per hari.
Namun saat ini, para pedagang praktis tidak memperoleh pemasukan karena wisatawan hanya melihat dari luar kawasan candi tanpa berhenti.
"Terpenting, kita minta kompensasi selama pemugaran. Karena semua pedagang tidak kerja, tidak ada tamu. Ini satu-satunya pekerjaan hanya jualan di Candi Mendut, maka kami minta kompensasi bentuk apa ngikut,” sambungnya.
• 85 Tokoh Tandatangani Permohonan Penangguhan Penahanan Mahasiswa Untidar
Sikap DPRD Kabupaten Magelang
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Soeharno menyatakan tuntutan para pedagang merupakan konsekuensi dari proses pemugaran cagar budaya yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga.
| Kronologi Lenyapnya Kades Sambeng Magelang, Dua Bulan Tak Masuk Kantor |
|
|---|
| Pohon Randu Alas 250 Tahun Ikon Desa Tuksongo Magelang Akhirnya Tumbang |
|
|---|
| Pameran Seni Rupa Describing Personality di Borobudur, Proyek Perdana Echo Project |
|
|---|
| Tambang Pasir dan Tanah Uruk Tol Jogja–Bawen Ditolak, Warga Datangi DPRD Magelang |
|
|---|
| Kades Salamkanci Magelang Ditahan Kejari, Kasus Korupsi Proyek Air Bersih Rp488 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Penghasilan-Merosot-Imbas-Pemugaran-Candi-Mendut-Magelang.jpg)