Berita Magelang

Bupati Magelang Minta Program MBG Serap Hasil Produksi Petani dan Peternak

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan pelaksana program harus memaksimalkan penyerapan hasil produksi petani, peternak

|
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Istimewa
DAPUR MBG: Dapur Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) Salaman 1 di Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mulai beroperasi pada Senin (15/9/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal.

Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan pelaksana program harus memaksimalkan penyerapan hasil produksi petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Bumdes dan koperasi bisa berperan sebagai penyedia bahan baku. Jika suplai program MBG di Magelang mencapai Rp1 hingga Rp1,5 triliun per tahun, maka perputaran ekonomi lokal akan sangat signifikan,” jelasnya.

Grengseng menyebut, Kabupaten Magelang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat mendukung keberlanjutan program tersebut. 

Komoditas unggulan seperti padi dengan luas panen mencapai 24 ribu hektare per tahun, salak Srumbung, melon greenhouse, susu kambing hingga 2.000 liter per hari, serta hasil peternakan sapi dan sayuran berkualitas disebut bisa dioptimalkan sebagai bahan baku MBG.

“Dengan optimalisasi komoditas lokal tersebut, ekosistem pertanian dan peternakan di Kabupaten Magelang akan semakin kokoh sekaligus memberi dampak ekonomi langsung bagi para petani, peternak, dan pelaku UMKM daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan program MBG membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari OPD terkait, pemerintah pusat, hingga masyarakat. 

Ia meminta seluruh instansi daerah memberikan dukungan penuh mulai dari pendampingan, fasilitasi, hingga monitoring dan evaluasi.

Sesuai SK Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 63 Tahun 2025, pelibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dari program ini. 

Rekrutmen relawan SPPG, misalnya, diarahkan untuk melibatkan 30 persen warga dari kelompok masyarakat termiskin (desil 1 dan 2).

Ada Program 600 Beasiswa untuk Pemuda Berprestasi Asal Magelang 

Penerbitan SLHS

Ketua Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Magelang, Harsono Budi Waluyo, menjelaskan program tersebut berfokus pada peningkatan status gizi anak-anak, balita, ibu hamil, dan menyusui. 

Ia menyebut koordinasi dengan 16 kabupaten di wilayah kerja Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan tengah diperkuat.

“Badan Gizi Nasional berkomitmen membangun generasi mendatang yang sehat, cerdas, dan tangguh. MBG adalah bagian dari upaya menurunkan kemiskinan dan meningkatkan produktivitas nasional,” jelas Harsono.

Dia melanjutkan, sejumlah SPPG di Kabupaten Magelang kini tengah menuntaskan tahapan administratif menuju penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved