Game Windrose Dirilis, Eksplorasi Bertema Pirate Mirip AC4: Black Flag
Windrose rilis Early Access di Steam. Game bajak laut open-world bisa co-op dengan combat darat dan laut, fitur building. Harga akan naik nantinya.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Windrose rilis Early Access 14 April 2026, hadirkan survival bajak laut open-world dengan 88 persen ulasan positif di Steam.
- Gameplay gabungkan combat darat ala Dark Souls dan perang kapal mirip Assassin’s Creed IV: Black Flag, plus fitur building ala Palworld dan co-op seperti Valheim.
- Dibanderol Rp245.999 (diskon Rp221.399), harga akan naik setelah Early Access selesai.
TRIBUNJOGJA.COM - Kabar gembira bagi para pemain gim penikmat genre open-world exploration, gim Windrose rilis bertemakan bajak laut.
Peluncuran gim ini pada Selasa (14/4/2026) merupakan tahap Early Access. Namun pemain sudah dapat menikmati banyak konten dan fiturnya.
Menariknya, gim yang dikembangkan oleh Kraken Express ini dipublikasikan Pocketpair, publisher yang terkenal dibalik gim Palword.
Genre Gim Paling Dinantikan
Dilansir dari Steam, Windrose merupakan gim dengan genre action adventure-RPG.
Namun, komunitas pemain justru menambahkan opini genre spesifik mereka pada kolom "user-defined tags".
Menurut pemain, tertulis bahwa Windrose juga merupakan gim Pirates, Exploration, Online Co-op, dan Crafting.
Ini bukanlah hal mengejutkan ketika sebuah gim mencoba untuk implementasi banyak elemen genre sekaligus ke dalam gim-nya.
Ulasan dari PC Gamer menyoroti sejumlah mekanisme yang terasa familiar, namun tetap dieksekusi dengan baik.
Seperti Hunger/Thirst yang terinspirasi dari gim Valheim, bentrokan baku tembak antar kapal yang mirip dengan AC4: Black Flag.
Baca juga: Game Warframe 13 Tahun Tanpa AI, Digital Extremes: Kami Sangat Anti-AI
Dalam pertempuran darat-nya pun, gim ini memliki tempo menyerang-menghindar yang identik dengan Dark Soul.
Bahkan mekanisme fitur membangun bangunan di Windrose pun terasa memuaskan seperti milik Palword.
Windrose juga mendukung character-creation, menawarkan opsi bagi pemain untuk membuat wujud karakter sesuai kemauan mereka.
Fitur-fitur yang saling melengkapi ini yang membuat pengalaman bermain terasa sangat dinamis, tetapi juga menantang.
Terutama bagi para pemain gim lama yang bernostalgia untuk menemukan mekanisme gim lama yang serupa dalam Windrose.
Per Rabu (15/4/2026), terdapat 88 persen ulasan positif terhadap gim Windrose ini di platform Steam.
Mayoritas ulasan pemain dan media juga menyorotkan genre "Pirates" ketika mengulas gim Windrose.
'Angin Baru' Untuk Gim Bertema Pirates
Terpikatnya pemain dengan gim yang bertemakan bajak laut atau Pirates bukan tanpa sebab.
Genre fantasi tentang kehidupan bebas di laut lepas sudah lama dibentuk oleh berbagai media, terutama film seperti Pirates of the Caribbean.
Sejak penayangannya di 2003, film ini menampilkan petualangan tanpa batas, kapal besar, dan karakter bajak laut dengan warna unik.
Pengaruh tersebut kemudian berlanjut ke industri gim yang menganut tema bajak laut.
Judul gim seperti Assassin’s Creed IV: Black Flag (2013) memberi pengalaman langsung kepada pemain untuk bereksplorasi.
Dari menjelajahi daratan-lautan, mengekemudikan kapal, hingga terlibat dalam pertempuran laut ala bajak laut.
Dari sini, gim bertema pirates menawarkan sensasi kebebasan dan ekplsorasi yang sulit ditemukan pada genre lain.
Di sisi lain, terdapat beberapa judul gim yang mencoba untuk menghidupkan kembali nama baik tema ini setelah AC4: Black Flag.
Developer dari berbagai studio sebelumnya sempat meluncurkan gim bertema pirates, seperti ATLAS (2018) dan Skull and Bones (2024).
Baca juga: Studio Game Lokal Yogyakarta Ini Merilis Game Memasak, KuloNiku: Bowl Up!
Namun, ulasan dan kritik dari pemain pada waktu itu tidaklah baik, bahkan dikatakan sebagai proyek atau produk gagal.
Dengan Windrose, gim bertema bajak laut kembali mendapat momentum baru di tengah upaya gim sebelumnya yang kurang berhasil.
Meski masih dalam tahap Early Access, Windrose menunjukkan potensi untuk memikat nostalgia pemain-pemain lama yang menyukai pirates.
Pertempuran Darat-Laut Penuh Aksi
Windrose menghadirkan sistem pertempuran memadukan aksi di darat dan laut yang saling terhubung.
Pemain dapat berpindah dari eksplorasi daratan maupun ke laut dengan pengalaman yang imersif.
Hal ini bisa terjadi karena tanpa adanya transisi loading, atau sejenisnya yang merusak momentum bermain.
Di darat, pertempuran mengusung pendekatan aksi dengan tempo yang cukup menuntut ketepatan waktu seperti Dark Soul.
Mulai dari menghindar, menyerang, hingga memanfaatkan senjata jarak dekat maupun jarak jauh.
Mekanisme ini terasa memiliki kemiripan dengan sistem combat yang lebih taktis, bukan sekadar adu serang biasa.
Sementara itu di laut, pemain mengendalikan kapal untuk terlibat dalam pertempuran jarak jauh menggunakan meriam.
Posisi kapal, arah angin, serta timing tembakan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil pertempuran.
Situasi ini mengingatkan pada pengalaman yang ditawarkan Assassin’s Creed IV: Black Flag.
Manajemen strategi dan manuver kapal menjadi kunci utama dalam memenangkan pertempuran yang tegang.
Menariknya, hal yang membuat menonjol adalah bagaimana kedua sistem ini saling melengkapi.
Pertempuran laut tidak berdiri sendiri, pemain bisa memanfaatkan fitur "boarding" atau menjarah untuk menaiki kapal lawan.
Baca juga: Microsoft Umumkan Update Aplikasi Windows 11 Native, Lebih Ringan dan Cepat
Mekanisme ini nantinya akan membuat pemain serta kru kapal beradu perang secara jarak dekat, layaknya di daratan.
Dengan kombinasi tersebut, Windrose tidak hanya menawarkan aksi yang intens.
Variasi gameplay yang tidak monoton cocok bagi pemain untuk menentukan gaya bermain mereka sendiri.
Pemain dapat memilih antara senjata jarak dekat maupun jarak jauh dengan variasi senjata masing-masing.
Seperti pedang sabre, rapier, dan ada tipe senjata pentungan seperti mace, club.
Pemain juga dapat memakai senjata dua tangagn seperti greatsword dan halberd.
Di sisi senjata jarak jauh, terdapat pistol yang menggunakan satu tangan, dan musket yang menggunakan dua tangan.
Pemain dapat mengubah senjata mereka sepuasnya dalam pertempuran, mengubah dinamika dengan lawan seperlunya.
Bisa Membangun Markas Sendiri
Windrose juga menghadirkan sistem pembangunan (building) yang jadi bagian penting dalam progres permainan.
Pemain tidak hanya berperan sebagai bajak laut, tetapi juga mengelola markas yang berfungsi sebagai pusat aktivitas.
Melalui sistem "crafting," pemain dapat mengumpulkan berbagai sumber daya dari hasil eksplorasi untuk membangun struktur markas.
Markas ini bisa digunakan untuk menyimpan dan membuat perlengkapan guna persiapan perjalanan berikutnya.
Fitur ini terasa tidak asing bagi pemain yang pernah mencoba gim survival seperti Valheim maupun Palworld.
Menariknya, pembangunan tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga memberi kebebasan bagi pemain untuk mengatur tata letak.
Setiap struktur saling melengkapi satu sama lain melalui mekanisme "tier upgrde" atau "comfort".
Hal ini membuat setiap markas memiliki karakter yang berbeda, tergantung gaya bermain setiap pemain.
Spesifikasi dan Harga Windrose
Windrose hadir sebagai gim yang cukup “berat” dari sisi kebutuhan perangkat, sesuai dengan genre open-world dan sistem yang dibawanya.
Berdasarkan halaman Steam, gim ini sudah menetapkan spesifikasi yang tergolong tinggi pada fase Early Access.
Untuk spesifikasi minimal, pemain setidaknya membutuhkan prosesor setara Intel i7-8700K atau Ryzen 7 2700X, dengan RAM 16 GB.
Kartu grafis minimal yang tertulis untuk menjalankan juga sekelas GTX 1080 Ti atau RX 6800.
Sementara itu, untuk spesifikasi rekomendasi, kebutuhannya meningkat cukup jauh.
Seperti penggunaan kartu grafis RTX 3080 serta RAM 32 GB untuk pengalaman bermain yang lebih stabil.
Selain itu, Windrose juga memerlukan penyimpanan sekitar 30 GB serta koneksi internet.
Mengingat gim ini juga memiliki fitur co-op yang menjadi salah satu fokus utama permainan.
Baca juga: Game PUBG: Blindspot Resmi Tutup, Tactical Shooter 5v5 Ini Gagal Bertahan
Dari sisi harga, Windrose dirilis dalam fase Early Access dengan harga Rp 245 999.
Hingga Rabu (22/4/2026), terdapat promo diskon 10 persen , sehingga harga Windrose menjadi Rp 221 399.
Developer juga mengonfirmasi bahwa harga Windrose tidak akan bersifat tetap.
Dalam pernyataannya, mereka menyebutkan bahwa harga gim direncanakan akan mengalami kenaikan setelah keluar dari fase Early Access.
Artinya, harga saat ini menjadi semacam akses awal bagi pemain yang ingin mencoba lebih dulu sebelum versi penuh dirilis.
Dengan spesifikasi yang cukup tinggi dan harga di level menengah, Windrose tampak menargetkan pemain PC yang sudah memiliki perangkat mumpuni.
(MG Fadhlullah Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260415-Gim-Windrose-Rilis-4.jpg)