Komdigi Klarifikasi Polemik Rating IGRS di Steam, Sistem Masih Disesuaikan

Komdigi klarifikasi tentang polemik rating IGRS di Steam, sistem masih penyesuaian dan dibahas agar klasifikasi usia game lebih akurat.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
igrs.id
Pernyataan Kemkomdigi terkait Tampilan Rating IGRS pada Platform Steam, 5 April 2026. (igrs.id) 
Ringkasan Berita:
  • Komdigi klariifkasi polemik rating IGRS di Steam yang dinilai tidak sesuai karena belum seluruhnya mencerminkan verifikasi resmi.
  • Sistem ini masih tahap penyesuaian, sementara Steam dan IGRS disebut tengah membahas kerja sama formal agar klasifikasi usia lebih akurat.
  • Di sisi lain, Komdigi menegaskan IGRS dibuat untuk melindungi konsumen, membantu orang tua, dan mendorong klasifikasi game yang lebih tertib.

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya buka suara soal polemik rating usia gim Indonesia Game Rating System atau IGRS yang belakangan ramai diperdebatkan di kalangan gamer.

Melalui pernyataan resminya di situs igrs.id pada Minggu (5/4/2026), Komdigi menjelaskan bahwa sistem klasifikasi yang saat ini muncul di platform Steam belum sepenuhnya mencerminkan rating resmi dari IGRS.

20260405 Komdigi Klarifikasi IGRS 2
Tangkapan layar pada salah satu gim yang terkena dampak kekacauan IGRS dalam laman Steam. (Steampowered.com)

Polemik ini berawal dari temuan sejumlah judul gim di Steam yang dinilai tidak sesuai dengan label usia IGRS yang ditampilkan.

Hal ini memunculkan pertanyaan perihal keakuratan sistem yang diterapkan hingga banyak warganet ikut buka suara.

Menanggapi hal tersebut, Komdigi menjelaskan bahwa rating yang muncul saat ini belum sepenuhnya merupakan hasil verifikasi resmi dan masih dipengaruhi mekanisme deklarasi mandiri dari platform.

“Berdasarkan hasil pemantauan awal, tampilan rating IGRS pada beberapa game di Steam saat ini belum sepenuhnya mencerminkan rating resmi yang telah diverifikasi oleh IGRS,” tulisnya.

Dengan kata lain, label yang tampil di Steam belum otomatis bisa dianggap sebagai keputusan akhir dari pemerintah.

Komdigi juga menambahkan bahwa “sebagian informasi rating masih bersumber dari mekanisme internal platform yang berbasis self-declare, sementara proses verifikasi resmi oleh IGRS belum seluruhnya dilakukan.”

Latar Belakang dan Fungsi IGRS

Indonesia Game Rating System atau IGRS sendiri bukan kebijakan yang baru muncul hanya karena polemik yang sedang ramai ini.

Sistem klasifikasi usia untuk gim digital sudah diumumkan secara resmi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital sejak 11 Oktober 2025 dalam ajang IGDX 2025 yang digelar di Bali.

Baca juga: Implementasi Sistem Rating Usia Milik Komdigi Pada Game Steam, Apa Artinya?

Melalui kebijakan ini, pemerintah mencoba menghadirkan standar nasional dalam mengatur klasifikasi konten gim yang beredar di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI) Shafiq Husein menegaskan bahwa penerapan IGRS tidak akan menghambat perkembangan industri gim nasional.

Menurutnya, sistem klasifikasi ini justru dapat menjadi sarana untuk memperluas pasar bagi pengembang lokal, terutama dalam menjangkau audiens yang lebih tepat sesuai segmentasi usia.

“Rating ini bukan membatasi kreativitas, tetapi melindungi hasil karya teman-teman developer agar bisa dinikmati oleh pasar yang tepat sesuai usia,” jelas Shafiq.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan klasifikasi ini sekaligus berfungsi untuk melindungi konsumen, khususnya anak-anak, agar tidak terpapar konten yang tidak sesuai.

“Pada saat yang sama, kita juga melindungi konsumen anak-anak untuk bisa menikmati gim sesuai usia masing-masing,” lanjutnya.

Dalam penerapannya, sistem ini membagi klasifikasi usia ke dalam beberapa kategori, yaitu 3+, 7+, 13+, 15+, hingga 18+, yang masing-masing mencerminkan tingkat konten yang ada di dalam gim tersebut.

Klasifikasi ini diharapkan dapat membantu publik memahami jenis konten yang akan ditemui sebelum memutuskan untuk memainkan atau mengakses sebuah gim.

Tidak hanya ditujukan kepada pemain, kebijakan ini juga mendorong developer gim agar lebih bertanggung jawab dalam mencantumkan label usia sesuai dengan isi permainan yang mereka rilis.

Dalam mekanismenya, pengembang diwajibkan melakukan penilaian awal terhadap konten gim mereka sebelum dipublikasikan di Indonesia.

Setelah label usia ditentukan, pemerintah melalui Komdigi akan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala untuk memastikan klasifikasi tersebut tetap sesuai.

Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian antara konten dan label usia, pengembang dapat diminta untuk melakukan penyesuaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk kasus yang lebih serius, seperti gim yang mengandung unsur terlarang seperti pornografi atau perjudian, pemerintah menyatakan bahwa akses terhadap gim tersebut dapat dibatasi bahkan diblokir.

Komdigi Akui Masih Tahap Penyesuaian

20260405 Komdigi Klarifikasi IGRS 3
Informasi rating umur IGRS. (igrs.id)

Banyak dari unggahan warganet di sosial media menunjukkan kejanggalan dari sistem rating IGRS pada platform Steam.

Masalahnya, ada gim yang kesannya ringan, santai, dan jauh dari konten berat, tetapi justru mendapat klasifikasi umur dewasa.

Ada juga gim dengan tema yang lebih dewasa yang dinilai belum tampil dengan label yang pas.

Baca juga: Reseller Apple Indonesia Umumkan iPhone 17e, The Next iPhone XR 2026?

Situasi ini kemudian memicu kritik dari komunitas gamer yang merasa sistemnya belum siap dipakai secara luas.

Komdigi pun mengakui bahwa kondisi tersebut terjadi karena Steam masih dalam tahap penyesuaian sistem internal.

Di sisi lain, Kemkomdigi bersama IGRS juga tengah membahas kerja sama formal dengan Steam sebagai dasar penerapan rating yang lebih akurat dan sesuai dengan ketentuan di Indonesia.

Hal ini ditegaskan langsung dalam pernyataan resminya, “IGRS dan Steam tengah membahas kerja sama formal sebagai dasar implementasi rating yang lebih akurat dan sesuai ketentuan di Indonesia.”

Komdigi menilai bahwa informasi klasifikasi usia pada game harus ditampilkan secara tepat dan jelas karena berkaitan langsung dengan perlindungan konsumen.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa “informasi klasifikasi usia pada game harus ditampilkan secara tepat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan, karena hal ini berkaitan langsung dengan pelindungan konsumen dan kepastian informasi bagi masyarakat.”

Sebagai tindak lanjut, Kemkomdigi juga akan meminta klarifikasi resmi kepada Steam sekaligus membahas berbagai aspek teknis dan regulasi yang berkaitan dengan implementasi sistem ini.

“Kemkomdigi akan meminta klarifikasi resmi dari Steam dan melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai dasar hukum implementasi rating, mekanisme pemantauan, prosedur penyesuaian apabila terjadi ketidaksesuaian, serta tata cara pelaporan layanan IGRS di platform tersebut,” tulisnya.

Langkah tersebut ditegaskan bukan untuk membatasi akses pengguna, melainkan untuk memastikan sistem berjalan sesuai aturan yang berlaku.

Komdigi menyatakan bahwa “langkah ini ditujukan untuk memastikan akurasi informasi rating dan kepatuhan layanan digital terhadap ketentuan yang berlaku di Indonesia, bukan untuk mengganggu kenyamanan pengguna.”

Pemerintah juga berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar sistem ini berjalan lebih tertib.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa “Kemkomdigi mengharapkan kerja sama penuh dari seluruh pihak agar sistem klasifikasi game di Indonesia dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan memberi pelindungan yang lebih baik kepada masyarakat.”

Selain itu, masyarakat diimbau untuk merujuk langsung ke sumber resmi guna menghindari kesalahan informasi.

“Kemkomdigi menghimbau kepada publik untuk selalu mengacu pada website resmi Indonesia Game Rating System (IGRS) di igrs.id untuk memperoleh informasi yang akurat dan resmi.”

Bercermin Pada Sistem Rating Jerman

Di tengah polemik ini, muncul pula perbandingan dengan Jerman.

Negara tersebut sudah lebih dulu menerapkan pembatasan terhadap gim tanpa rating usia yang valid di Steam.

Baca juga: Antara MacBook Neo dan MacBook Air M2, Mana yang Lebih Layak Dipilih di 2026?

20260405 Sistem Rating Gim USK Jerman
Buku panduan sistem rating Unterhaltungssoftware Selbstkontrolle (USK) Jerman. (usk.de)

Mulai 15 November 2024, gim tanpa rating usia tidak lagi ditampilkan kepada pengguna di Jerman.

Para developer juga diminta mengisi kuesioner konten agar sistem dapat menentukan klasifikasi yang sesuai.

Kebijakan tersebut membuat klasifikasi usia di Jerman berdampak langsung terhadap visibilitas gim di Steam.

Dalam laporan yang beredar, kebijakan ini berdampak pada puluhan ribu judul gim yang tidak memiliki klasifikasi usia.

Di sisi lain, terdapat catatan dari Steam yang turut menjadi perhatian dalam implementasi sistem klasifikasi usia di Indonesia.

Platform tersebut menyebut bahwa ke depan, gim yang tidak memiliki rating usia yang valid berpotensi tidak dapat ditampilkan kepada pengguna di wilayah Indonesia.

Pernyataan ini membuka kemungkinan bahwa visibilitas gim di Steam dapat dipengaruhi oleh kepemilikan klasifikasi usia yang sesuai dengan ketentuan lokal.

Perbandingan ini kemudian memunculkan pandangan bahwa Indonesia berpotensi mengarah pada kebijakan serupa dalam jangka panjang.

Dalam konteks Indonesia, hal ini berkaitan dengan penerapan IGRS yang masih dalam tahap penyesuaian dengan platform distribusi digital

Apabila sistem ini diterapkan secara penuh, gim tanpa klasifikasi usia resmi atau yang masuk kategori tertentu berpotensi mengalami pembatasan distribusi di platform digital seperti Steam.

Komdigi sendiri masih mendorong proses penyesuaian secara bertahap agar IGRS dapat diterapkan secara lebih optimal.

Harapannya, sistem ini ke depan dapat berfungsi sebagai standar resmi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam pengelolaan distribusi konten gim di Indonesia.

(MG Fadhlullah Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved