Wikimedia Commons Diblokir Pemerintah, Pengguna Wikipedia Terkena Dampaknya

Wikimedia diblokir di Indonesia, pengguna tak bisa login dan edit pada Wikipedia. Komdigi sebut terkait kewajiban pendaftaran PSE.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
wikimedia.org
Logo Wikimedia Commons. (Wikimedia.org) 

 

Ringkasan Berita:
  • Wikipedia dan Wikimedia dibatasi melalui pemblokiran karena belum daftar PSE di Indonesia.
  • Pengguna masih bisa baca Wikipedia, tetapi tidak bisa login akun dan edit artikel.
  • Komdigi sebut akses akan dibuka setelah proses administrasi selesai.

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi atau Kemkomdigi) telah melakukan pemblokiran terhadap situs Wikimedia Commons pada Selasa (25/3/2026).

Pemblokiran tersebut diumumkan melalui akun media sosial X resmi komunitas Wikipedia bahasa Indonesia (@idwiki).

20260326
Cuitan X dari akun resmi @idwiki tentang pemblokiran. (X.com)

“Per tanggal 25 Maret 2026, situs web Wikimedia Commons (https://commons.wikimedia.org) telah diblokir oleh pihak Kemkomdigi,” tulis akun @idwiki di X.

Kebijakan ini berkaitan dengan aturan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) yang diatur dalam Permenkominfo Nomor 5 Tahun 2020 serta PP Nomor 71 Tahun 2019.

Dalam regulasi tersebut, setiap PSE diwajibkan mendaftar ke pemerintah dan memenuhi sejumlah ketentuan.

Seperti memastikan tidak adanya "konten terlarang" yang melanggar hukum atau berpotensi "mengganggu ketertiban umum."

PSE juga diwajibkan memberikan akses terhadap sistem dan data elektronik kepada otoritas terkait apabila diperlukan untuk penegakan hukum.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat berujung pada sanksi administratif, termasuk pemblokiran layanan.

Baca juga: Implementasi Sistem Rating Usia Milik Komdigi Pada Game Steam, Apa Artinya?

Kronologi 

Dilansir dari artikel resmi Komdigi.go.id, Kemkomdigi memberlakukan pembatasan terbatas pada 25 Februari 2026.

Pembatasan ini berkaitan dengan fitur login di layanan autentikasi Wikipedia.

Kebijakan tersebut diambil karena Wikimedia Foundation belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagai PSE lingkup privat.

Tepat sebulan setelahnya, yaitu pada 25 Maret 2026, situs web Wikimedia Commons telah diblokir oleh pihak Kemkomdigi.

Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan bahwa langkah ini dilakukan karena Wikimedia Foundation masih belum menyelesaikan proses pendaftaran sebagai PSE.

Pemerintah menegaskan bahwa pembatasan bersifat sementara dan akan dibuka kembali setelah proses administrasi tersebut dipenuhi.

Dampaknya

Pembatasan tidak sepenuhnya dilakukan terhadap seluruh layanan Wikimedia Foundation, yang merupakan induk dari platform Wikipedia dan Wikimedia Commons.

Masyarakat masih dapat mengakses Wikipedia untuk membaca artikel seperti biasa, namun dengan keterbatasan tertentu.

Pada dasarnya, pengguna tidak dapat lagi masuk ke akun dan melakukan penyuntingan halaman artikel.

Dampak ini terasa semenjak pemblokiran autentikasi login akun Wikipedia pada 25 Februari 2026.

Selanjutnya, pemblokiran Wikimedia Commons turut berdampak pada tampilan konten di Wikipedia.

Sejumlah gambar dan file media yang bersumber dari Wikimedia Commons berpotensi tidak dapat dimuat dengan normal.

Hal ini menyebabkan beberapa artikel kehilangan elemen visual pendukung, seperti ilustrasi, foto, maupun grafik.

Selain itu, pengguna juga tidak dapat mengakses, mengunduh, atau mengunggah berkas melalui Wikimedia Commons.

Kondisi ini membuat distribusi dan pemanfaatan konten berlisensi bebas menjadi terbatas.

Bagi kontributor atau penulis, hambatan ini turut menghentikan proses unggah media yang biasanya digunakan untuk melengkapi artikel di Wikipedia.

Baca juga: BLSDM Komdigi Yogya Gelar Pelatihan Cyber Security Online, Cegah Phishing dan Serangan Ransomware

20260326 Wikimedia Foundation
Platform layanan dari Wikimedia Foundation. (Playstore.com)

Ke depannya, potensi pembatasan terhadap layanan lain milik Wikimedia Foundation seperti Wiktionary, Wikibooks, dan layanan sejenis dapat terjadi apabila kewajiban pendaftaran PSE belum dipenuhi.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan komunitas karena seluruh layanan tersebut saling terhubung dalam platform dengan akses pengetahuan bebas.

Komunitas Wikipedia bahasa Indonesia juga secara terbuka meminta pemerintah untuk mencabut pembatasan, termasuk pada layanan autentikasi dan pemblokiran Wikimedia Commons, serta tidak kembali menerapkan kebijakan serupa.

Sikap ini sejalan dengan prinsip Wikimedia Foundation sebagai organisasi nirlaba yang menekankan perlindungan data pengguna dan kebebasan akses informasi.

Pemblokiran Bukan Pertama Kali Terjadi

Pembatasan terhadap layanan Wikimedia di Indonesia bukan kali pertama pemblokiran terjadi.

Sebelumnya, pemerintah juga sempat melakukan pemblokiran terhadap sejumlah platform digital yang belum memenuhi kewajiban pendaftaran sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Pada 2022, beberapa layanan populer seperti PayPal, Yahoo, dan Steam sempat diblokir sementara karena belum terdaftar.

Baca juga: Kominfo Blokir Platform Game Dota, Steam, Counter Strike hinga Epic Game Mulai Hari Ini

Pemblokiran tersebut menuai reaksi dari masyarakat karena berdampak langsung pada rutinitas aktivitas pengguna.

Namun, akses kemudian dibuka kembali setelah perusahaan terkait memenuhi kewajiban pendaftaran PSE yang ditetapkan pemerintah.

Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tetap menerapkan regulasi terhadap seluruh platform digital secara menyeluruh, tanpa membedakan jenis layanan maupun model bisnis yang dijalankan.

Dengan melihat pola yang sama, pembatasan terhadap Wikimedia dan Wikipedia berpotensi bersifat sementara.

Hal ini bergantung pada pemenuhan kewajiban pihak terkait terhadap ketentuan yang berlaku sebagai PSE.

(MG Fadhlullah Ramadhan)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved