12 Puisi tentang Malam yang Menggambarkan Sunyi, Doa, dan Kehidupan

Kumpulan 12 Puisi tentang "Malam" ini, suasana gelap digambarkan sebagai ruang untuk menyimpan rindu, mengenang masa lalu, hingga memanjatkan doa..

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
pinterest.com @mayar alhaidary
12 Puisi tentang Malam yang Menggambarkan Sunyi, Doa, dan Kehidupan. 

dengan tenang tanpa sikap

 

5. Bulan dan Doa 

Bulan menggantung di langit kelam

Layaknya doa yang tak terucap diam

Cahayanya jatuh ke tanah hitam

Menyentuh luka yang telah padam

 

Di balik malam aku bersujud

Menyerahkan lelah pada Yang Mahawujud

Biarlah sunyi menjadi penuntun

Menuju pagi yang lebih teduh

 

6. Malam di Jendela 

Kujenguk malam dari balik jendela

Langit retak oleh cahaya bintang tua

Sunyi menetes seperti air mata

Perlahan namun penuh makna

 

Aku menunggu tanpa janji

Sebab malam pandai menyimpan misteri

Jika esok masih bernama hari

Biarlah gelap ini mengerti

Baca juga: 30 Puisi Melankolis tentang Hujan Pagi, Sunyi yang Menenangkan Hati

 

7. Nyanyian Gelap

Malam menyanyi dengan nada rendah

Lagu sunyi yang kian pasrah

Daun bergeser angin pun lelah

Semesta tunduk pada gelap

 

Aku dengarkan dengan jiwa terbuka

Tiap nada mengiris rasa

Dalam gelap aku belajar setia

Pada luka pada asa

 

8. Waktu yang Terlelap

Waktu memejam di pangkuan malam

Dentangnya berhenti tanpa salam

Segala gaduh menjadi kelam

Tinggal hati yang terus berdeham

 

Berjalan tertatih di lorong pikiran

Mencari arti dalam keheningan

Malam seakan mengeja teori pelajaran

Bahwa diam pun adalah jawaban

 

9. Gelap yang Ramah

Jangan kira gelap selalu kejam

malam pun tahu cara memeluk diam

Ia sembunyikan duka yang tajam

Agar hati tak kian tenggelam

 

Di dadanya aku bersandar

Menyimpan lelah yang berputar

Malam menjadi sahabat sabar

Tak pandai menghakimi sadar

 

10. Bintang Jatuh 

Satu bintang jatuh dari langit tua

Seperti harap yang lepas dari doa

Malam menelan cahaya itu

Tanpa suara tanpa ragu

 

Aku belajar dari jatuhnya terang

Bahwa kehilangan tak selalu perang

Kadang ia datang dengan tenang

Mengajarkan ikhlas yang panjang

 

11. Malam dan Ingatan

Ingatan bangkit bersama malam

mengendap di kepala tak tenggelam

Nama-nama berbisik kelam

seperti puisi yang tak sempat salam

 

Aku biarkan ia singgah sebentar

sebelum pagi datang menyambar

Malam tahu cara mengantar

kenangan pulang dengan sabar

 

12. Menjelang Pagi 

Malam menipis di ujung waktu

Bulan pamit pada langit kelabu

Sunyi mulai berkemas perlahan

Menunggu pagi mengambil peran

 

Aku ucap terima kasih pada gelap

Yang setia menemani penat

Sebab tanpa malam yang lelap

Pagi takkan terasa hangat

 

(MG Zahrah Suci Al Aliyah)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved