12 Puisi tentang Malam yang Menggambarkan Sunyi, Doa, dan Kehidupan
Kumpulan 12 Puisi tentang "Malam" ini, suasana gelap digambarkan sebagai ruang untuk menyimpan rindu, mengenang masa lalu, hingga memanjatkan doa..
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Kumpulan 12 puisi bertema malam menggambarkan suasana sunyi, rindu, dan perenungan batin lewat bahasa sederhana namun bermakna.
- Malam dimaknai sebagai ruang yang tenang untuk menerima kehilangan, menyimpan doa, dan menyiapkan diri menuju pagi.
TRIBUNJOGJA.COM - Malam kerap menjadi waktu yang dekat dengan perenungan dan keheningan batin.
Setiap puisi menghadirkan sudut pandang berbeda tentang malam, mulai dari sunyi yang menenangkan hingga kehilangan yang perlahan diterima.
Bahasa yang digunakan sederhana namun sarat makna, membuat pembaca mudah larut dalam suasana yang dibangun.
Melalui bait-bait reflektif, malam tidak digambarkan sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai teman yang setia menemani perjalanan batin manusia.
Kumpulan 12 Puisi tentang "Malam" ini, suasana gelap digambarkan sebagai ruang untuk menyimpan rindu, mengenang masa lalu, hingga memanjatkan doa secara diam-diam.
1. Malam Pertama
Malam turun perlahan dari langit tua
Membawa sunyi di lipatan angkasa
Bintang bergetar seperti doa renta
Angin pun bicara dengan suara senja
Di beranda jiwa aku duduk sendiri
Menyimak gelap yang kian berseri
Waktu berhenti langkah pun mati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustasi-orang-tidur-malamm.jpg)