50 Pantun Cinta Sederhana, Manis, dan Mengena di Hati

Berikut ini kumpulan 50 Pantun Cinta Sederhana untuk Mengungkapkan Perasaan, Manis dan Romantis yang cocok untuk gebetan atau pasanganmu!

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja
Ilustrasi pasangan yang sedang jatuh cinta - 50 Pantun Cinta Sederhana untuk Mengungkapkan Perasaan, Lucu dan Romantis 

14. Ikan hiu melayang-layang 

Kamu cantik bikin mabuk kepayang 

 

15. Satu titik, dua koma 

Nona manis, siapa yang punya?

 

16. Makan bakso di pinggir kali 

Dekat kamu nyaman sekali 

 

17. Main gundu, main layang-layang 

Cuman kamu yang aku sayang 

 

18. Malam diam ditemani sepi

Rasa ini kian ingin kau mengerti

 

19. Bunga mekar di taman Pati

Cintaku tumbuh sederhana tapi pasti

 

20. Langit senja merona sendiri

Rindu padamu tak pernah pergi

 

21. Pergi ke sawah ketemu putri malu 

Lihat pemandangan indah di mata 

Rasa ini tumbuh sejak hari lalu 

Ingin kusimpan tanpa banyak kata 

 

22. Burung kecil bernyanyi di taman

Angin sepoi membawa rasa tenang

Jatuh cinta ke kamu tanpa alasan

Sejak itu hatiku jadi tak tenang

 

23. Pergi ke mall sambil tertawa 

Tak lupa membeli pita merah 

Hanya kamu yang selalu di jiwa 

Cintaku tumbuh semakin indah 

 

24. Kertas putih kutulis nama

Tinta biru mengalir tenang

Tak perlu janji berlebih kata

Cukup rasa yang tumbuh pelan

 

25. Minum alkohol diharamkan 

Karena pikiran bisa melayang 

Meskipun jarak memisahkan 

Semua itu bukan penghalang 

Baca juga: 25 Pantun Ucapan Selamat Sempro untuk Kakak Tingkat, Doa dan Semangat

 

26. Bintang jatuh di langit malam

Sunyi hadir tanpa suara

Cintaku padamu slalu dalam

Ditambah tulus tanpa syarat

 

27. Burung pipit terbang ke seberang 

Hinggap sejenak di pohon cemara 

Warna hidupku kian berkembang 

Sejak kau hadir dalam cerita

 

28. Daun kering tersapu angin

Langkah kecil menepi jalan

Perasaanku mungkin biasa

Namun jujur tak sekadar ucapan

 

29. Orang pingsan digotong tandu 

Ternyata itu masih keluargamu 

Tak ada hari tanpa merindu

Karena cintaku hanya untukmu

 

30. Malam panjang ditemani sepi

Jam dinding berdetak pelan

Namamu slalu hadir di hati

Tanpa perlu banyak ucapan

 

31. Bunga liar tumbuh di ladang

Terkena hujan tetap tegak

Cintaku mungkin tak gemilang

Namun setia tak pernah retak

 

32. Pergi ke mall sambil tertawa 

Tak lupa membeli pita merah 

Hanya kamu yang selalu di jiwa 

Cintaku tumbuh semakin indah 

 

33. Mentari senja pamit hari

Langit jingga merona lembut

Rasa ini tumbuh di hati

Tanpa paksaan tanpa rebut

 

34. Kapal laut kapal selam 

Kena ombak bergoyang-goyang 

Tidak siang tidak malam 

Hanya wajahmu yang terbayang 

 

35. Pagi datang membawa doa

Udara segar terasa ringan

Namamu kusebut sederhana saja

Namun maknanya sangat dalam

 

36. Ikan hiu, ikan pari 

Dibakar enak oleh Pak Ega 

Senyummu merekah di pagi hari 

Bak mentari penghangat raga

 

37. Langkah kaki menyusur waktu

Jejaknya samar tertiup angin

Aku tak meminta lebih darimu

Cukup hadir dan saling yakin

 

38. Bulan sabit tersenyum mewah

Bintang kecil berkelip pelan

Rasa ini tak perlu megah

Cukup jujur dan penuh harapan

 

39. Pagi cerah burung bernyanyi

Hinggap sebentar di dahan cemara

Setiap hari hatiku menanti

Kapan lagi kita bisa bersama

 

40. Hujan turun membasahi bumi

Tanah basah menguar bau

Hatiku jatuh padamu lagi

Tanpa ragu tanpa semu

 

41. Kutelusuri malam yang terasa sepi

Lampu kota meredup perlahan pudar

Jujur saja aku menyimpan rasa ini

Entah sejak kapan hatiku bergetar

 

42. Pagi datang membawa cahaya hari

Udara segar membuat ketenangan 

Tanpa sadar aku jatuh hati lagi

Saat namamu hadir di pikiran

 

43. Angin sore menyentuh wajah tenang

Langit jingga memeluk senja

Perasaanku padamu kian datang

Meski tak pernah kuucap kata

 

44. Bintang muncul satu per satu

Malam pun terasa semakin dalam

Tak banyak yang kuharap darimu

Cukup tahu aku menyimpan perasaan

 

45. Daun gugur jatuh ke bumi

Musim berubah tanpa aba

Hatiku juga mulai berani

Mengaku rindu meski sederhana

 

46. Mentari redup di ujung hari

Langit pamit dengan tenang

Jika boleh jujur dari hati

Aku nyaman saat kau datang

 

47. Hujan turun membasahi jalan

Suara rintik terdengar rapuh

Aku tak tahu harus bilang kapan

Bahwa hadirmu begitu utuh

 

48. Pisau tajam dua tiga 

Letak di peti dalam perahu 

Dalam laut boleh diduga 

Dalam hati siapa yang tahu 

 

49. Langit malam begitu luas

Bintang bertabur tanpa suara

Perasaanku padamu tak berbalas

Namun tumbuh tulus apa adanya

 

50. Pagi cerah menyapa hari

Udara segar terasa ringan

Tak pernah kurencana jatuh hati

Namun kau datang menetap pelan

(MG Zahrah Suci Al Aliyah)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved