Teknisi HP Internasional Berbagi Ilmu Reparasi Tingkat Lanjut di Yogyakarta

para teknisi dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk mengikuti sesi berbagi pengetahuan yang menghadirkan teknisi internasional dari YCS

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hanif Suryo
Teknisi internasional YCS, Mr. Yang, mempraktikkan langsung teknik reparasi tingkat lanjut dalam forum YCS Repair Knowledge Sharing di Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi ruang transfer ilmu bagi teknisi Indonesia untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas layanan perbaikan perangkat elektronik. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kesempatan belajar langsung dari teknisi internasional jarang datang dua kali.

Itulah yang dirasakan para teknisi yang mengikuti YCS Repair Knowledge Sharing di Yogyakarta, 17–18 Januari 2026.

Dalam forum berbasis mentoring ini, peserta tidak hanya mendalami teknik reparasi tingkat lanjut, tetapi juga diajak memahami bagaimana profesi teknisi dapat berkembang dan berkelanjutan.

Selama dua hari, para teknisi dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk mengikuti sesi berbagi pengetahuan yang menghadirkan teknisi internasional dari YCS (YongChangSheng).

Salah satu sosok utama dalam kegiatan ini adalah Mr. Yang, teknisi internasional YCS yang dikenal luas di dunia reparasi perangkat elektronik dan smartphone.

Kehadiran teknisi internasional tersebut menjadi daya tarik utama acara.

Peserta mendapatkan kesempatan mempelajari teknik terbaru secara langsung, termasuk penanganan kasus-kasus perbaikan tingkat lanjut yang saat ini banyak berkembang di luar negeri, tetapi belum banyak dikuasai teknisi di Indonesia.

Penyelenggara YCS Repair Knowledge Sharing, Kasno, menegaskan bahwa penyelenggaraan di Yogyakarta memiliki makna tersendiri.

Selain menjadi yang pertama digelar di kota ini, konsep yang diusung juga berbeda dari kegiatan sebelumnya.

“Acara ini spesial karena diselenggarakan di Jogja, dan ini pertama kalinya kami mengadakan acara di Jogja dengan konsep yang berbeda. Kali ini kami lebih memfokuskan pada kualitas,” ujar Kasno.

Fokus pada kualitas tersebut diwujudkan melalui materi yang tidak hanya menitikberatkan pada keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan soft skill dan pendampingan secara intensif.

“Misalnya, ada pembelajaran tentang iPhone 17 Pro Max, iPad, lalu ada juga sharing mengenai soft skill seperti media sosial, bagaimana seorang teknisi bisa naik kelas, dan bagaimana profesi teknisi itu bisa berkembang. Selama dua hari, para peserta juga mendapatkan mentoring secara langsung,” kata Kasno.

Baca juga: Kronologi Bus yang Ditumpangi Mahasiswa KKN UGM Terbalik di Maluku, 3 Orang Terluka

Forum ini dirancang sebagai ruang berbagi ilmu yang interaktif.

Peserta tidak hanya menerima paparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses mentoring yang menyesuaikan dengan karakter dan kemampuan masing-masing teknisi.

Menurut Kasno, setiap teknisi memiliki cara dan pendekatan perbaikan yang berbeda. Dari perbedaan itulah, penyelenggara berupaya mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu ditingkatkan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved