25 Cara Diam-Diam Mengatakan Rindu Lewat Kalimat Puitis

Berikut 25 kalimat puitis ini cocok untuk mengungkapkan perasaan rindu atau caption media sosial!

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
pexels
Kumpulan kalimat puitis tentang rindu, tanpa mengucapkan kata rindu secara gamblang. 

9. Beberapa kenangan tak layak disebut luka, tetapi cukup perih untuk membuat dada menunduk lebih dalam. 

10. Ada percakapan yang tak pernah usai, tersusun rapi di kepalaku. Menunggu seseorang yang entah kapan kembali duduk di hadapanku. 

Baca juga: 15 Contoh Puisi Hari Ibu 22 Desember yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

11. Aku belajar menyukai sepi, sebab di sanalah bayanganmu paling jujur menampakkan diri.

12. Derik jangkring sering memanggil namamu pelan-pelan. Lantas berpura-pura tak tahu siapa yang membuatku terjaga. 

13. Ada nama yang tak pernah lagi kusebut, tapi selalu paling cepat muncul ketika aku butuh sandaran. 

14. Langkah kaki terasa berat untuk pulang, sebab rumah terasa mencemooh tanpamu. 

15. Aku melipat senyummu di antara detik-detik senyap, takut kehilangan jika terlalu sering kuingat.

16. Aku mengarungi semesta jauh, tapi pikiranku selalu berhenti di tempat yang sama. 

17. Aku menyesap hari-hari perlahan, takut menemukanmu di setiap rasa yang tersisa.

18. Waktu mengajariku banyak hal, kecuali cara menghapusmu dengan benar.

19. Ada jarak yang tak bisa diukur langkah, sebab ia menetap di dalam dada.

20. Aku belajar menutup cerita, meski halaman terakhirnya terus terpatri di kepalaku.

21. Ada hari-hari ketika aku ingin berceloteh ria, lantas aku lupa pada siapa seharusnya cerita itu berlabuh.

22. Ketika rapuh dulu suara itu menenangkanku dengan sabar. Namun, kini hanya tersisa gema di ingatan. 

23. Tangan yang kini digenggam angin rasanya hampa. Ternyata genggamannya tak sekokoh jemarimu. 

24. Semesta memberiku banyak opsi, seolah turut berduka pada apa yang menimpaku. Namun, hangatmu tak pernah bisa digantikan. 

25. Beberapa kehilangan tak pernah diumumkan, tapi terus diperingati oleh hatiku sendiri.

(MG Zahrah Suci Al Aliyah)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved