PSS Sleman

Ansyari Beberkan Evaluasi PSS Sleman Usai Lawan Persela

Menurut Ansyari, PSS sebenarnya tampil cukup baik di babak pertama dengan menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis saat ditemui di Lapangan Pakembinangun, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengakui telah melakukan evaluasi usai timnya menghadapi Persela Lamongan di pekan ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026.

Meski mampu menguasai jalannya pertandingan, dan menang 1-0, ia menilai timnya masih memiliki sejumlah catatan penting yang harus segera diperbaiki.

Catatan pelatih

Menurut Ansyari, PSS sebenarnya tampil cukup baik di babak pertama dengan menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang.

Namun, situasi berbeda terjadi di babak kedua ketika para pemain justru cenderung memperlambat tempo permainan setelah unggul.

“Di babak pertama kita menguasai pertandingan dan punya banyak peluang. Tapi di babak kedua ketika kita sudah unggul, pemain seperti ingin memperlambat tempo permainan,” ujar Ansyari, Minggu (8/3/2026).

Ia menilai keunggulan satu gol tidak cukup aman, karena hal itu justru memberi kesempatan bagi lawan untuk menekan.

Karena itu, ia meminta para pemain lebih berani bermain menyerang ketika menguasai bola, bukan justru terlalu sering mengalirkan bola ke belakang.

“Keunggulan satu gol itu tidak cukup, karena membuat lawan bisa menekan. Evaluasinya ketika kita dapat bola, kita harus berani bermain ke depan. Jangan terlalu banyak bermain ke belakang,” jelasnya.

Tingkatkan fisik pemain

Menurutnya, terlalu sering memainkan bola ke area belakang membuat lawan lebih leluasa menekan dan mendapatkan peluang dari situasi tersebut.

Selain aspek permainan, Ansyari juga menyoroti kondisi fisik para pemain yang masih perlu ditingkatkan.

Ia menegaskan bahwa sepak bola menuntut konsistensi permainan sepanjang 90 menit.

“Secara keseluruhan fisik juga harus kita tingkatkan. Sepak bola itu bukan cuma 45 menit, tapi dua kali 45 menit. Jadi semua aspek harus kita evaluasi, mulai dari teknik, taktik, fisik, sampai mental pemain,” tegasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved