4 Kandidat Asisten Pelatih Lokal: John Herdman Pilih Siapa?

John Herdman ingin berkolaborasi dengan pelatih lokal untuk menemukan racikan yang tepat bagi Timnas. Berikut beberapa kandidat pelatih yang cocok.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Instagram @pssi
John Herman ketika pertama kali diperkenalkan pada acara "Selamat Datang John Herdman", Jakarta, 13 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kolaborasi Baru: Pelatih baru Timnas, John Herdman, resmi mengajak pelatih lokal masuk ke staf kepelatihannya untuk memadukan visi internasional dan lokal.
  • Kandidat Potensial: Terdapat empat nama kuat yang diusulkan, yakni Kurniawan Dwi Yulianto, Zulkifli Syukur, Ricardo Salampessy, dan Alex Aldha Yudi (pelatih fisik).
  • Tujuan Strategis: Langkah ini diambil untuk menemukan racikan tim yang tepat sekaligus menjadi sarana transfer ilmu bagi pelatih dalam negeri.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih baru Timnas Indonesia telah resmi diperkenalkan pada 13 Januari lalu pada Acara “Selamat Datang John Herdman” di Jakarta.

Dalam acara tersebut John Herdman juga memberitahukan beberapa rencananya kedepan untuk Timnas Indonesia.

Salah satu rencana yang menarik karena belum pernah dilakukan kepelatihan sebelumnya adalah meminta asisten pelatih lokal untuk masuk staff kepelatihannya.

Pelatih luar biasanya akan membawa seluruh staff kepelatihannya yang berasal dari negara mereka atau dari negara lain.

John Herdman sedikit berbeda, ia ingin melakukan kolaborasi pemikiran dengan pelatih dalam negeri untuk menemukan racikan yang tepat bagi Timnas.

Beberapa kandidat telah disarankan oleh PSSI, namun untuk pemilihannya diserahkan penuh kepada John Herdman.

Berikut beberapa kandidat yang berkemungkinan dapat selaras dengan gaya kepelatihan John.

Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto
Kurniawan Dwi Yulianto di sesi latihan PSPS Pekanbaru. (ileague.id)

Kurniawan Dwi Yulianto (lahir 13 Juli 1976) merupakan legenda sepak bola Indonesia yang diakui sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki tanah air.

Ia termasuk dalam segelintir pemain Indonesia yang berhasil menembus sepak bola Eropa.

Di awal kariernya, Kurniawan sempat menimba ilmu di tim remaja Sampdoria (Italia) sebelum akhirnya hijrah ke FC Luzern di Swiss.

Setelah gantung sepatu, pria yang akrab disapa "Si Kurus" ini memulai babak baru di dunia kepelatihan pada tahun 2017 sebagai asisten pelatih di Borneo FC.

Kariernya terus menanjak saat ia dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia pada periode 2018–2019, mendampingi Bima Sakti di tim senior dan Indra Sjafri di Timnas U-23.

Pada Desember 2019, Kurniawan melebarkan sayap ke Malaysia dengan menjabat sebagai Pelatih Kepala Sabah FA hingga September 2021.

Pengalaman internasionalnya semakin diperkaya saat ia ditarik masuk ke dalam jajaran staf kepelatihan tim muda Eropa di Italia, Como U-19.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved