PSS Sleman

Alarm Tanda Bahaya PSS Sleman Berbunyi

PSS Sleman mengalami penurunan tren kemenangan di putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
OPTIMISTIS: Pemain PSS Sleman foto bersama sebelum berlaga di Stadion Maguwoharjo, Sleman beberapa waktu lalu. 

Situasi serupa juga dialami PSS saat menghadapi Persipura pada laga terakhir.

Super Elja kembali gagal mengamankan kemenangan setelah ditahan imbang tuan rumah dengan skor 1-1.

Harus fokus

Meski demikian, Huistra meminta para pemainnya untuk tetap fokus menatap laga penentuan melawan Barito Putera. 

Ia menegaskan pentingnya menjaga fokus demi meraih poin penuh.

“Saya melihat pemain sudah menatap ke laga ke depan. Itulah yang bisa kita lakukan. Kita tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi di belakang,” ujarnya.

“Kita hanya bisa melihat ke depan,” kasta mantan pelatih Borneo FC tersebut.

PSS Sleman diharapkan mampu bangkit dan kembali ke jalur kemenangan demi mengamankan posisi mereka menuju fase berikutnya kompetisi.

Dua hasil imbang

PSS Sleman telah melakoni dua pertandingan krusial di putaran kedua Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026 dengan hasil imbang saat menghadapi Persela Lamongan dan Persipura Jayapura.

Hasil yang belum maksimal tersebut kini dijadikan motivasi tambahan bagi skuat Laskar Sembada untuk bangkit pada laga penentuan.

Tim asuhan Ansyari Lubis dijadwalkan menghadapi PS Barito Putera pada pekan terakhir putaran kedua. 

Pertandingan krusial pekan ke-18 ini akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Sabtu (31/1/2026) malam, dan diprediksi berjalan sengit dengan atmosfer laga yang semakin memanas.

Laga kontra Laskar Antasari bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi momentum penting dalam persaingan menuju puncak klasemen di tengah ketatnya kompetisi Grup Timur yang masih terbuka bagi banyak tim.

Ansyari Lubis menilai kondisi persaingan yang ketat justru menjadi hal positif bagi kompetisi.

Menurutnya, peluang yang masih terbuka lebar membuat kesiapan tim menjadi faktor penentu.

“Menurut saya, kondisi ini justru bagus untuk persaingan. Dengan peluang yang terbuka bagi semua tim, kunci keberhasilan ada pada kesiapan masing-masing tim. Tim yang mampu mempersiapkan diri dengan paling baik, itulah yang pada akhirnya akan berhasil,” ujar Ansyari, Rabu (28/1/2026).

Genjot performa tim

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved