Zendhy Kusuma Minta Publik Hentikan Cyberbullying Usai Polemik Restoran Bibi Kelinci
Gitaris Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Ringkasan Berita:
- Zendhy Kusuma menyampaikan permintaan maaf terbuka terkait polemik dengan restoran Bibi Kelinci yang bermula dari ketidaknyamanan saat menunggu pesanan dan kemudian viral di media sosial.
- Kasus sempat masuk ranah hukum dan menjadi perhatian DPR, dengan kedua pihak saling melaporkan sebelum akhirnya difasilitasi mediasi oleh kepolisian.
TRIBUNJOGJA.COM - Gitaris Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci menjadi sorotan luas, bahkan sempat dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPR.
Dalam siaran langsung di media sosial pada Selasa (10/3/2026), Zendhy mengakui bahwa peristiwa yang terjadi pada September 2025 bermula dari situasi tidak nyaman saat dirinya bersama keluarga datang sebagai konsumen dan harus menunggu pesanan cukup lama.
Ia mengakui bahwa dalam kondisi lapar dan emosi, sikapnya mungkin tidak disampaikan dengan cara terbaik.
“Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami yang seharusnya bisa disampaikan dengan cara yang lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” ujar Zendhy.
Menurutnya, persoalan yang awalnya hanya berkaitan dengan layanan restoran kemudian berkembang jauh lebih besar setelah masuk ke ranah hukum dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Zendhy mengungkapkan bahwa dirinya sempat dilaporkan dengan tuduhan pencurian dengan pemberatan dan harus menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian.
Di sisi lain, ia juga menempuh langkah hukum terkait dugaan pencemaran nama baik.
“Situasi ini tentu membuat kami semua bersedih. Hal yang awalnya sederhana menjadi sangat sulit bagi semua pihak,” katanya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Kamis 12 Maret 2026: Potensi Hujan Ringan Merata di Seluruh Wilayah
Tekanan Medsos
Selama beberapa bulan terakhir, Zendhy mengaku dirinya dan keluarga juga mengalami tekanan besar di media sosial.
“Banyak komentar, tuduhan, bahkan penyebaran informasi pribadi. Pengalaman ini membuat kami memahami betapa kuatnya dampak media sosial terhadap kehidupan seseorang,” ujarnya.
Ia menilai satu peristiwa kecil dapat berkembang menjadi gelombang opini besar ketika masuk ke ruang digital.
Zendhy kemudian menyampaikan rasa syukur karena perkara tersebut akhirnya diselesaikan melalui proses mediasi yang difasilitasi kepolisian.
“Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah memfasilitasi proses mediasi sehingga persoalan ini dapat dinyatakan selesai,” katanya.
Ia juga menghormati perhatian DPR yang sempat menyoroti kasus tersebut sebagai pembelajaran dalam penegakan hukum di era media sosial.
| Ketua Komisi XI DPR RI Sebut Influencer TikTok Bikin Seolah Dunia Mau Runtuh: Jangan Percaya |
|
|---|
| Ketua Komisi XI DPR RI Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat di Tengah Melemahnya Rupiah |
|
|---|
| Ketua Komisi XI DPR RI Ungkap Fungsi LPS dalam Menjaga Kepercayaan Publik |
|
|---|
| Tekan Stunting di Magelang, Ditarget Angka Turun dari 18 Persen Jadi 15 Persen |
|
|---|
| Program MBG Dinilai Masih Banyak Kelemahannya, DPR RI Suarakan Audit Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261203-Gitaris-Zendhy-Kusuma-kasus-bibi-kelinci.jpg)