Jossie Ramu Warna Baru di Album ‘We Don’t Lie Like A Referee’
Jossie akhirnya kembali dengan karya terbaru yang menandai babak baru perjalanan mereka.
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah cukup lama tidak merilis album penuh, Jossie akhirnya kembali dengan karya terbaru yang menandai babak baru perjalanan mereka.
Band asal Yogyakarta ini membuka tahun 2026 dengan merilis album berjudul ‘We Don’t Lie Like A Referee’, sebuah pernyataan musikal yang lahir dari proses refleksi dan pembaruan arah bermusik.
Kabar mengenai album ini sudah lebih dulu dibocorkan pada Desember 2025 lewat single pengantar ‘Taring Feat. Marselyanto’.
Lagu tersebut menjadi pintu masuk menuju keseluruhan gagasan yang diusung dalam album.
Melalui ‘We Don’t Lie Like A Referee’, Jossie membawa tema besar tentang rapuhnya kepercayaan dan bagaimana kebenaran kerap dipelintir oleh pihak yang semestinya bersikap netral.
Judul album ini menjadi metafora atas situasi tersebut, disampaikan dengan nada sinis namun tetap lugas.
“Album kami punya karya lagu yang mewakili keberanian untuk berdiri di luar sistem. Jossie menolak kepura-puraan objektivitas, dan memilih kejujuran mentah meski tak selalu nyaman, meski tak selalu aman. Konteksnya paling mudah yakni dalam lingkup pertemanan,” ujar Angga Rahafta.
Album ini memuat delapan lagu yang diklaim kuat dari sisi lirik maupun aransemen. Diawali dengan intro ‘A New Battle’, lalu berlanjut ke ‘Ambil Alih Kendali’, ‘Sampah Sudut Kota’, ‘Taring Feat. Marselyanto’, ‘Mati Berkali-Kali’, ‘Pengendara Gelombang’, ‘Sometimes’, dan ditutup dengan ‘Hujan Di Hari Minggu (Remastered)’.
Baca juga: Pusatnya Drama Thriller, Rekomendasi Drama Korea Terbitan Saluran OCN Bagian 8
Sejak merilis ‘Diorama’ pada 2016 dan hanya mengeluarkan beberapa single sepanjang 2023 hingga 2024, Jossie merasa perlu melakukan peningkatan.
Kejenuhan terhadap pola pop punk yang terasa repetitif mendorong mereka mencari pendekatan baru yang lebih segar.
Proses produksi album ini sejak awal diramu bersama Momo Biru dari Zima dan Captain Jack Reunion di Meru Records. Sementara itu, Tapansari didapuk sebagai produser eksekutif.
“Kami menunjuk Momo sebagai produser musik karena Jossie ingin warna baru dan di sana kami ternyata memang banyak terbantu dari segi pemilihan lirik, aransemen, sekaligus sound design Jossie yang baru,” kata Erindra Mukti.
Tidak hanya dari sisi musikal, konsep visual album juga digarap serius. Dalam ‘We Don’t Lie Like A Referee’, Jossie memainkan psikologi warna dengan menjadikan ungu sebagai warna utama.
Warna tersebut dipilih untuk menggambarkan perasaan yang berada di antara dua kutub emosi, ketenangan dan gejolak misteri.
Elemen bunga daisy marguerite pada artwork dan materi foto dipilih sebagai simbol misteri sekaligus kebijaksanaan.
| Rahhafis Dokumentasikan Perjalanan Hidup Lewat Album ‘Hustle Home’ |
|
|---|
| FM Abends Rilis ‘Gemuruh Suara Doa’, Lagu Tentang Rindu dan Perjalanan Pulang |
|
|---|
| EP ‘Perjalanan’ Jadi Langkah Baru 24 Degrees di Skena Modern Rock |
|
|---|
| Maze In Mave Buka Babak Baru Lewat Single ‘Lost’ |
|
|---|
| ‘Thou Shalt Behold’ Tegaskan Evolusi Musik Death Vomit Tanpa Meninggalkan Akar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jossie-Ramu-Warna-Baru-di-Album-We-Dont-Lie-Like-A-Referee.jpg)