7 Film Action Paling Laris dan Banyak Dicari Pecinta Film!
Berikut 7 film action yang tercatat sebagai karya paling laris dan banyak diminati oleh pecinta film hingga kini:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Tujuh film action paling laris ini menampilkan aksi intens, cerita kuat, dan karakter ikonik yang membuatnya terus diminati penonton lintas generasi.
- Dari dunia pasca-apokaliptik hingga konflik superhero dan sejarah Romawi, film-film ini menunjukkan keragaman tema dalam genre action.
- Keberhasilan film action tidak hanya bergantung pada ledakan, tetapi juga pada narasi solid dan kualitas produksi yang konsisten.
TRIBUNJOGJA.COM - Film bergenre action selalu memiliki tempat tersendiri di industri perfilman global.
Adegan laga yang intens, konflik berisiko tinggi, serta karakter yang kuat menjadi daya tarik utama bagi penonton dari berbagai latar belakang.
Tidak hanya sukses secara komersial, sejumlah film action juga terus dicari dan ditonton ulang karena mampu menghadirkan pengalaman sinematik yang memikat.
Popularitas film action umumnya ditentukan oleh kombinasi cerita yang solid, koreografi pertarungan yang meyakinkan, serta produksi visual yang maksimal.
Baca juga: Inilah 5 Deretan Film yang Diadaptasi dari Buku Fyodor Dostoevsky
Berikut 7 film action yang tercatat sebagai karya paling laris dan banyak diminati oleh pecinta film hingga kini:
1. Mad Max: Fury Road (2015)
Mad Max: Fury Road berlangsung di sebuah dunia pasca-apokaliptik yang tandus dan keras, di mana sisa umat manusia hidup di bawah kendali para penguasa yang memonopoli sumber daya penting.
Max Rockatansky, seorang penyintas yang terus diikuti bayangan masa lalu, ditangkap oleh pasukan War Boys, kelompok militan yang setia kepada sang tiran Immortan Joe.
Max dijadikan sumber darah bergerak untuk seorang anggota War Boys yang sakit parah, tetapi kemudian nasibnya berubah ketika Imperator Furiosa, seorang pemimpin militer di bawah Joe, membelot dari tugasnya membawa pasokan bahan bakar dan mengambil langkah drastis untuk melarikan diri dari kekuasaan Joe bersama dengan lima perempuan yang diperlakukan sebagai miliknya.
Mereka menggunakan sebuah kendaraan berat bernama War Rig untuk memulai perjalanan berbahaya melintasi gurun yang luas, sementara pasukan Joe mengejar mereka secara tanpa henti.
Dalam perjalanan tersebut, Max dan Furiosa serta para perempuan yang melarikan diri menghadapi serangkaian konflik dengan kelompok musuh yang kejam dan keras.
Di tengah terik dan badai pasir yang tak kenal ampun, mereka berjuang mempertahankan kebebasan dan harapan untuk mencapai daerah yang lebih ramah bagi kehidupan.
Kejadian demi kejadian mempertemukan Max dan Furiosa dalam dinamika perjuangan yang kompleks, ketika upaya bertahan hidup berpadu dengan motivasi untuk membebaskan diri dari kekangan dunia yang rusak ini.
Mad Max: Fury Road menggambarkan perjalanan yang sarat ketegangan dan aksi intens, dengan fokus kuat pada usaha karakter untuk menghadapi kekejaman dan menemukan sekilas harapan di tengah kehancuran.
2. The Dark Knight (2008)
The Dark Knight berlatar di Gotham City, di mana Batman bekerja sama dengan Letnan Jim Gordon dan Jaksa Distrik Harvey Dent untuk mengatasi kejahatan terorganisir yang merajalela di kota tersebut.
Ketiganya bertekad mengguncang landasan kekuasaan mafia yang selama ini menguasai bisnis kriminal, namun rencana mereka menghadapi tantangan besar ketika seorang penjahat baru muncul.
Joker, sosok kriminal yang tak terduga dan penuh kebrutalan, memulai serangkaian serangan yang menciptakan kekacauan di seluruh Gotham, menggoyahkan ketertiban dan memaksa Batman menghadapi ancaman yang sangat berbeda dari musuh-musuh sebelumnya.
Penampilan Joker sebagai dalang kekacauan membawa gelombang kekerasan dan tekanan moral yang memaksa kepolisian serta warga kota mempertanyakan batas antara keteraturan dan kekacauan.
Dalam menghadapi Joker, Batman tidak hanya ditantang secara fisik tetapi juga secara etika, karena serangkaian tindakan Joker membawa konsekuensi yang mempengaruhi sekutu dan rakyat Gotham.
Sementara Gordon dan Dent terus berusaha memulihkan rasa aman di tengah ketidakpastian, Batman harus menyeimbangkan perannya sebagai simbol harapan dengan konsekuensi pribadi dari pilihannya.
Konflik ini membawa tekanan pada hubungan antarkarakter serta kerapuhan sistem hukum dan moral yang mereka pegang, memperlihatkan betapa rapuhnya tatanan kota ketika dihadapkan pada strategi kekacauan yang dirancang Joker.
3. John Wick (2014)
John Wick berkisah tentang seorang mantan pembunuh bayaran yang hidupnya berubah setelah kepergian istrinya. Untuk membantunya mengatasi duka, sang istri mengirimkan seekor anak anjing sebagai teman setia di masa pensiunnya.
Ketika John menikmati ketenangan itu, sebuah pertemuan dengan sekelompok gangster di stasiun bensin memicu serangkaian kejadian tragis.
Malam harinya rumahnya diserang, anjing yang menjadi penghubung emosional terakhirnya dibunuh, dan mobil kesayangannya yang memiliki nilai sentimental dicuri, memicu reaksi emosional yang kuat pada John.
Dalam menghadapi kehilangan tersebut, John dipaksa kembali berurusan dengan dunia kriminal yang sempat ia tinggalkan, menghadapi konsekuensi dari tindakan Iosef, anggota keluarga mafia yang bertanggung jawab atas serangan itu.
Penyelidikan John menggiringnya melalui jaringan orang-orang yang pernah ia kenal, termasuk mantan rekan dan musuh, serta menghadapkan dirinya pada ancaman dari kepala organisasi kriminal besar yang mencoba melindungi keluarganya dari pembalasan John.
Ketegangan meningkat seiring John menjalankan misi balas dendamnya dan menghadapi berbagai konfrontasi, menunjukkan ketangguhan serta kemampuan luar biasanya di dunia yang keras dan penuh kekerasan.
4. Avengers: Endgame (2019)
Avengers: Endgame dimulai beberapa tahun setelah peristiwa tragis yang dikenal sebagai the Snap, di mana setengah populasi alam semesta lenyap akibat serangan Thanos.
Sisa para pahlawan termasuk Tony Stark, Steve Rogers, Thor, Natasha Romanoff, Bruce Banner, dan Clint Barton, berjuang menghadapi kesedihan, kehilangan, dan dunia yang telah berubah secara drastis.
Mereka berkumpul kembali setelah beberapa kejadian tak terduga untuk mengevaluasi kembali kekuatan mereka serta mencari cara untuk membalikkan kerusakan yang telah terjadi.
Ide penggunaan Quantum Realm untuk melakukan perjalanan waktu lahir dari kebutuhan untuk mengumpulkan kembali Batu Keabadian, yang menjadi kunci untuk memulihkan mereka yang hilang dan mengembalikan keseimbangan di seluruh jagat raya.
Perjalanan mereka melalui waktu membawa dinamika baru dalam kelompok, mempertemukan setiap anggota dengan tantangan emosional dan strategis yang berbeda.
Beberapa Avengers harus menghadapi masa lalu mereka sendiri, sementara yang lain bergerak dalam koordinasi penuh untuk mencapai tujuan yang tampak hampir mustahil.
Misi ini juga memperlihatkan kerjasama tim yang kuat di tengah ketidakpastian, ketika mereka bergerak melalui berbagai era sambil berupaya menyatukan kembali kekuatan mereka untuk menghadapi ancaman yang terus membayangi masa depan.
5. Die Hard (1988)
Die Hard mengikuti perjalanan John McClane, seorang detektif NYPD yang datang ke Los Angeles untuk bertemu kembali dengan istrinya, Holly, pada malam Natal di gedung Nakatomi Plaza, tempat Holly bekerja.
Ketika pesta kantor tengah berlangsung, sekelompok pria bersenjata yang dipimpin oleh Hans Gruber mengambil alih gedung dan menjadikan para tamu serta karyawan sebagai sandera.
Mereka memblokir semua akses dan berusaha memaksa pihak luar membuka akses ke vault yang berisi jutaan dolar dalam bentuk obligasi tanpa jejak.
Dalam kekacauan itu, McClane berhasil lolos dari penangkapan dan mulai bergerak secara sembunyi-sembunyi melalui ruang servis gedung, berusaha menggagalkan rencana para penyusup sambil tetap menjaga keselamatan para sandera termasuk Holly.
McClane menggunakan kecerdikan, keterampilan polisi, serta hubungan komunikasinya melalui radio dengan Sersan Al Powell dari LAPD untuk melaporkan situasi yang sedang berlangsung dan mengatur kontra-aksi terhadap para penjahat.
Sementara itu, upaya pasukan SWAT, FBI, dan polisi setempat untuk menghentikan para perampok sering kali menemui kendala karena persenjataan berat dan persiapan Gruber serta timnya.
Ketegangan meningkat ketika berbagai konflik kecil terjadi di dalam gedung, menempatkan McClane di tengah dilema antara mempertahankan nyawa sandera dan menghadapi ancaman terkoordinasi dari kelompok yang ahli merancang operasi tersebut, memperlihatkan bagaimana satu orang berusaha menghadapi krisis besar sendirian.
6. Mission: Impossible – Fallout (2018)
Mission: Impossible – Fallout mengikuti agen Impossible Missions Force (IMF) Ethan Hunt saat ia menghadapi konsekuensi dari misi sebelumnya ketika organisasi kriminal the Syndicate berevolusi menjadi kelompok teroris yang dikenal sebagai the Apostles.
Hunt diberi tugas untuk mencegah kelompok tersebut mendapatkan tiga inti plutonium yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir, bersama dengan rekan-rekannya Benji Dunn dan Luther Stickell.
Misi mereka membawa mereka ke berbagai lokasi global, termasuk Berlin, dimana Hunt berusaha menghentikan penjualan plutonium tersebut dan mengamankan pakar senjata nuklir yang diculik, meski langkah itu menghadirkan komplikasi baru ketika mereka harus menghadapi ambruknya rencana awal dan strategi kelompok musuh.
Dalam perjalanan operasi tersebut, Hunt bersekutu dengan agen baru dari CIA, August Walker, yang ditugaskan untuk memantau tim IMF dan memastikan misi berjalan sesuai target.
Ketegangan meningkat saat Hunt mencoba menavigasi intrik dan pengkhianatan, sekaligus mempertimbangkan risiko besar yang dihadapi dunia jika plutonium itu jatuh di tangan yang salah.
Kejadian demi kejadian memperlihatkan bukan hanya kemampuan fisik Hunt dan timnya dalam aksi dan infiltrasi berisiko tinggi, tetapi juga kompleksitas keputusan yang harus mereka buat di tengah tekanan waktu dan ancaman global yang terus membayang.
7. Gladiator (2000)
Gladiator berkisah tentang Maximus Decimus Meridius, seorang jenderal terkenal dalam tentara Romawi yang memimpin pasukan meraih kemenangan dalam pertempuran penting di perbatasan kekaisaran.
Keberhasilan ini membuatnya mendapat kepercayaan dari Kaisar Marcus Aurelius, yang ingin menyerahkan kekuasaan kepada Maximus demi mengembalikan kendali kepada Senat.
Rencana tersebut memicu kecemburuan pada putra Kaisar, Commodus, yang kemudian merebut takhta dengan cara kejam dan memerintahkan agar Maximus dibunuh.
Maximus berhasil selamat dari upaya tersebut, tetapi dalam perjalanan pulang ia menemukan rumahnya hancur dan keluarga yang dicintainya telah tewas, memaksa dirinya menghadapi duka serta realitas baru dalam hidupnya.
Dalam keadaan terluka dan putus asa, Maximus ditangkap oleh pedagang budak dan dijual kepada Proximo, pemilik sekolah gladiator di wilayah Zucchabar yang keras.
Terlepas dari keengganannya untuk terus berjuang, keterampilan bertarungnya yang luar biasa membuatnya cepat dikenal di arena gladiator, mendapatkan perhatian penonton dan reputasi sebagai pejuang yang tak kenal takut.
Di sisi lain, Commodus meningkatkan popularitas acara gladiator di Roma, sehingga Maximus dan rekan-rekannya dipanggil untuk bertanding di ibukota.
Perjalanan ini membawa Maximus dalam konflik yang lebih besar, di mana ia harus mempertahankan kemampuannya di tengah pengaruh politik dan kekejaman kekaisaran yang semakin menguat.
Baca juga: Ini 5 Film Joaquin Phoenix yang Menunjukkan Sisi Paling Gelap Manusia
Ketujuh film tersebut menunjukkan bahwa film action tidak hanya mengandalkan ledakan dan perkelahian.
Cerita yang kuat, karakter yang berkesan, serta kualitas produksi yang tinggi menjadi faktor utama yang membuat film-film ini laris dan terus dicari.
Genre action pun terus berkembang, mengikuti selera penonton tanpa kehilangan identitas dasarnya.
Dengan daya tarik yang luas dan kemampuan menghadirkan hiburan intens, film action masih menjadi salah satu genre paling diminati.
Tidak mengherankan jika film-film dalam daftar ini terus bertahan sebagai favorit dan rujukan bagi penikmat sinema di berbagai belahan dunia. (MG Daffa Aisha Ramadhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/film-The-Dark-Knight-2008.jpg)