Sinopsis Film The Divine Fury: Perlawanan Manusia terhadap Iblis
The Divine Fury adalah film genre laga, horor asal Korea Selatan. Film yang dirilis pada tahun 2019 ini disutradarai oleh Kim Joo-hwan.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - The Divine Fury adalah film genre laga, horor asal Korea Selatan.
Film yang dirilis pada tahun 2019 dan dapat disaksikan lewat platform streaming Netflix ini disutradarai oleh Kim Joo-hwan.
Dibintangi oleh Park Seo-joon, Ahn Sung-ki, dan Woo Do-hwan, film ini menggabungkan unsur keagamaan, eksorsisme, dan laga modern dalam satu alur cerita yang penuh makna spiritual.
Film ini menyoroti pertarungan antara iman dan keputusasaan, serta peperangan manusia melawan kekuatan jahat yang tak terlihat.
Kisah ini diawali oleh seorang anak laki-laki bernama Yong-hoo (Park Seo-joon), yang tumbuh dengan penuh kebencian terhadap Tuhan.
Ia marah kepada Tuhan karena kehilangan ayahnya yang meninggal secara tragis dalam sebuah kecelakaan.
Sejak peristiwa itu, ia hidup dengan kemarahan dan kehilangan kepercayaan terhadap agama. Saat dewasa, Yong-hoo menjadi seorang petarung MMA yang sangat sukses.
Hidupnya mendadak berubah ketika suatu hari ia mendapatkan luka misterius di telapak tangannya.
Lukanya itu terus mengeluarkan darah kala dirinya tertidur dan membentuk tanda stigma, seperti luka yang dimiliki Yesus.
Luka itu membuat Yong-hoo mengalami kejadian-kejadian aneh yang tak dapat dijelaskan secara ilmiah.
Dalam kebingungannya, ia pergi mendatangi cenayang, kemudian cenayang itu meminta Yong-hoo untuk pergi ke gereja.
Di sana, ia bertemu dengan Pastor Ahn (Ahn Sung-ki), seorang pastor veteran yang telah lama melakukan ritual pengusiran setan (eksorsisme).
Pastor Ahn menyadari bahwa luka di tangan Yong-hoo bukanlah hal biasa, melainkan tanda bahwa ia memiliki kekuatan spiritual yang besar untuk melawan kejahatan.
Meskipun awalnya menolak dan enggan percaya, Yong-hoo akhirnya ikut membantu Pastor Ahn dalam melawan roh-roh jahat yang merasuki manusia.
Pertemuan itu menjadi titik balik dalam hidup Yong-hoo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/the-divine-fury-3.jpg)