Ramadan 2026
5 Tips Sehat Menyiasati Pola Makan Saat Bulan Puasa
Dengan strategi yang benar, Anda bisa tetap produktif, menjaga berat badan ideal, bahkan melakukan detoksifikasi tubuh secara alami
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa Ramadan bukan berarti kita harus merasa lemas dan tidak bertenaga.
Kuncinya terletak pada manajemen pola makan yang tepat antara waktu Maghrib hingga Imsak.
Dengan strategi yang benar, Anda bisa tetap produktif, menjaga berat badan ideal, bahkan melakukan detoksifikasi tubuh secara alami.
Tips Menyiasati Pola Makan Sehat di Bulan Ramadan
1. Jangan Pernah Melewatkan Sahur
Sahur adalah 'bahan bakar' utama Anda untuk beraktivitas sepanjang hari.
- Melewatkan sahur hanya akan membuat tubuh lemas dan meningkatkan keinginan untuk makan berlebihan saat berbuka.
- Pilih Karbohidrat Kompleks: Konsumsi gandum, nasi merah, atau ubi. Karbohidrat jenis ini dicerna lebih lambat sehingga memberi energi lebih lama.
- Protein Tinggi: Telur, tempe, atau dada ayam membantu menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang yang awet.
Baca juga: Tips Mengajak Anak-anak Makan Sahur Tanpa Drama
2. Berbuka dengan Porsi yang Bertahap
Kesalahan umum saat Ramadan adalah "balas dendam" ketika azan Maghrib berkumandang.
Hal ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah mendadak dan perut kembung.
- Awali dengan Air Putih dan Serat: Mulailah dengan segelas air dan sedikit kurma (3 butir). Kurma mengandung serat dan gula alami yang cepat mengembalikan energi tanpa membebani pencernaan.
- Beri Jeda: Berikan waktu sekitar 15–20 menit (misalnya setelah salat Maghrib) sebelum masuk ke hidangan utama yang lebih berat.
3. Perhatikan Aturan Hidrasi (2-4-2)
Dehidrasi adalah tantangan terbesar saat berpuasa.
Karena waktu minum terbatas, Anda perlu strategi khusus untuk mencukupi kebutuhan 2 liter air per hari:
- 2 Gelas saat berbuka.
- 4 Gelas di malam hari (antara setelah tarawih hingga sebelum tidur).
- 2 Gelas saat sahur.
Batasi konsumsi kafein (kopi/teh pekat) saat sahur karena bersifat diuretik yang memicu tubuh lebih cepat kehilangan cairan melalui urine.
4. Batasi Gula, Garam dan Lemak
Gorengan memang menggoda, namun terlalu banyak lemak trans dan garam akan membuat Anda cepat haus dan merasa mengantuk setelah makan.
- Kurangi Gorengan: Coba ganti metode memasak dengan mengukus, memanggang, atau menumis.
- Waspada Gula Berlebih: Takjil yang terlalu manis bisa menyebabkan sugar crash, yang justru membuat badan terasa lunglai satu jam setelah makan.
5. Konsumsi Sayur dan Buah
Jangan lupakan asupan mikronutrien.
Sayuran hijau dan buah-buahan kaya akan air dan serat yang sangat penting untuk mencegah sembelit—masalah pencernaan yang sering muncul saat pola makan berubah di bulan puasa. (*)
| Jadwal Imsakiyah Kabupaten Sleman 29 Ramadan 1447 H |
|
|---|
| Waktu Buka Puasa Kota Yogyakarta dan Sekitarnya Hari ini, 18 Maret 2026 |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Sleman DI Yogyakarta Hari Ini, Rabu 18 Maret 2026 |
|
|---|
| 8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat Fitrah, Berikut Penjelasannya |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah Kulon Progo dan Sekitarnya Rabu 18 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/konsumsi-makanan-sehat-mampu-cegah-covid-19.jpg)