Ramadan 2026

Mencegah Dehidrasi Selama Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadan

Penting untuk menjaga asupan cairan selama berpuasa, agar terhindar dari dehidrasi dan tidak lemas saat menjalankan aktivitas

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
kaltim.tribunnews.com
ILUSTRASI - Minum Air Putih 

TRIBUNJOGJA.COM - Menjalankan ibadah puasa di tengah aktivitas yang padat tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Dehidrasi bukan hanya bikin lemas, tapi juga bisa mengganggu fokus dan kesehatan jangka panjang.​

Karena itu, penting pula menjaga asupan cairan selama berpuasa, agar terhindar dari dehidrasi.

Tips agar tubuh tetap terhidrasi maksimal selama puasa

Terapkan Rumus 2-4-2

Salah satu alasan utama dehidrasi saat puasa adalah pola minum yang tidak teratur. 

Untuk memenuhi kebutuhan 2 liter (sekitar 8 gelas) air per hari, gunakan rumus 2-4-2:

2 Gelas saat Berbuka: Satu gelas saat membatalkan puasa, satu gelas setelah makan tajil/makanan berat.

​4 Gelas di Malam Hari: Diminum secara bertahap antara waktu salat Isya hingga sebelum tidur.

2 Gelas saat Sahur: Satu gelas saat bangun tidur, satu gelas setelah selesai makan sahur.

Baca juga: Sehat dan Tak Ketinggalan Zaman! Resep Goguma Balls Dessert untuk Takjil Buka Puasa

​Prioritaskan Makanan dengan Kadar Air Tinggi

​Jangan hanya mengandalkan air mineral.

Pilihlah menu sahur dan berbuka yang mengandung banyak air secara alami.

​Buah-buahan: Semangka (92 persen air), melon, jeruk, dan stroberi.

​Sayuran: Mentimun, selada, tomat, dan sup bening (bukan santan kental).

Hindari Kafein dan Garam

Batasi Kopi dan Teh. Kafein bersifat diuretik, yang artinya memicu ginjal untuk membuang lebih banyak air melalui urin.

Makanan terlalu asin (seperti gorengan berlebih atau mi instan) juga akan menyerap cairan dalam sel dan membuat Anda merasa jauh lebih haus di 
siang hari.

​Atur Suhu Tubuh dan Aktivitas

​Jika memungkinkan, hindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terik (pukul 11.00 – 15.00).

Jika harus berolahraga, pilihlah waktu 30 menit sebelum berbuka atau setelah tarawih agar cairan yang hilang bisa segera diganti. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved