Hadapi Era Digital, ISI Yogyakarta Dorong Lulusan Jadi Creative Leader yang Kuasai AI

ISI Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan seni yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memimpin inovasi.

Tribun Jogja/ISI Yogyakarta
WISUDA - Pelaksanaan sidang senat terbuka ISI Yogyakarta dalam rangka wisuda sarjana terapan, sarjana, dan pascasarjana di gedung ISI Yogyakarta, Sabtu (7/3/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mendorong para lulusannya menjadi creative leader di tengah perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Itu dilakukan mengingat AI bukan sekadar kemajuan teknologi, melainkan perubahan paradigma dalam cara manusia berpikir, berkarya, dan berinteraksi. 

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Hum., menyebut di tengah transformasi tersebut, ISI Yogyakarta menegaskan posisinya sebagai pusat unggulan pendidikan seni yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memimpin inovasi.

Apalagi, dunia seni tidak lagi hanya bertumpu pada medium konvensional, namun kini berdialog dengan algoritma, data, realitas virtual, dan ekosistem digital global.

"Kita tidak sedang berhadapan dengan pilihan antara seni atau teknologi, sehingga pihaknya mendorong lahirnya sintesis kreatif di mana nilai budaya, riset artistik, dan kecerdasan teknologi bertemu untuk menciptakan bentuk-bentuk ekspresi baru yang relevan dengan zaman," katanya melalui keterangan resminya, Minggu (8/3/2026).

Dikatakannya, ekonomi kreatif Indonesia hari ini berkembang sebagai salah satu motor pertumbuhan nasional.

Industri film, animasi, gim, fotografi, desain komunikasi visual, musik, dan seni pertunjukan telah memasuki lanskap global yang sangat kompetitif. AI mempercepat proses produksi, memperluas distribusi, dan membuka model monetisasi baru.

Kendati begitu, diferensiasi sejati tidak lahir dari kecanggihan perangkat semata, melainkan dari kedalaman gagasan, kekuatan narasi, dan keberanian menghadirkan identitas budaya yang otentik.

Baca juga: Ribuan Relawan SPPG se-DIY Sampaikan Ikrar Siap Terima Kritik dan Evaluasi Mutu Layanan

Dorong Creative Leader

Maka, ISI Yogyakarta berupaya melahirkan lulusan dengan modal yang sangat kuat yakni kepekaan estetik, kemampuan konseptual, pengalaman riset dan penciptaan, serta jejaring kolaborasi lintas disiplin. 

Pada Sabtu (7/3/2026), setidaknya ada 435 wisudawan pada periode wisuda semester genap tahun akademik 2024/2025 yang terdiri dari 392 wisudawan jenjang sarjana, 31 wisudawan jenjang sarjana terapan/diploma IV, 8 wisudawan jenjang magister dan 4 wisudawan jenjang Doktor.

Wisudawan ini pula didorong menjadi lulusan creative leader yang kuasai AI.

"Inilah fondasi untuk menjadi creative leader, bukan hanya pekerja kreatif, tetapi pencipta ekosistem. Saudara diharapkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat strategis, mengembangkannya secara etis dan kritis, serta menjadikannya instrumen untuk memperluas daya jangkau karya seni Indonesia di panggung dunia," ujar dia.

Ke depan, ISI Yogyakarta akan terus memperkuat riset berbasis praktik (practice-based research), kolaborasi industri, inkubasi karya, serta kemitraan internasional.

Pihaknya ingin memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan kerja, tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi mampu menjadi agen perubahan.

"Saya percaya, di tangan Saudara, seni Indonesia akan tampil lebih berdaya, lebih inovatif, dan lebih bermartabat dalam lanskap global yang semakin terdigitalisasi. Jadilah generasi yang mampu merangkul teknologi tanpa kehilangan jiwa,yang berani berinovasi tanpa tercerabut dari akar budaya, dan yang menjadikan kreativitas sebagai kekuatan transformasi bangsa," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved