Program Mahasiswa Berdampak 2026: Untidar Magelang Kirim 100 Mahasiswa ke Sumbar

Universitas Tidar (Untidar) mengirimkan 100 mahasiswa dan enam dosen pendamping untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Istimewa
Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang 
Ringkasan Berita:Universitas Tidar (Untidar) mengirimkan 100 mahasiswa dan enam dosen pendamping ke Sumatera Barat untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak 2026. Mereka akan membantu pemulihan warga terdampak banjir bandang dengan program ketahanan pangan, energi terbarukan, dan air bersih.

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Universitas Tidar (Untidar) mengirimkan 100 mahasiswa dan enam dosen pendamping untuk mengikuti Program Mahasiswa Berdampak 2026 di wilayah Sumatera Barat. 

Rombongan dijadwalkan berangkat pada Sabtu (31/1/2026) pukul 06.00 WIB dari Kampus Untidar menuju lokasi pengabdian.

Selama kurang lebih satu bulan ke depan, para mahasiswa bersama dosen pendamping akan terjun langsung ke lapangan untuk membantu pemulihan warga terdampak banjir bandang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof Parmin, mengatakan Untidar menjadi salah satu perguruan tinggi di luar Sumatera yang mendapatkan pendanaan program dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdikbud Saintek).

“Perguruan tinggi di Sumatera memang porsinya lebih besar, dari Aceh sampai Lampung. Tapi untuk yang di luar Sumatera, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi, porsinya relatif kecil. Sebenarnya kita usulkan empat proposal untuk mendapatkan pendanaan dari kementerian. Tapi, yang lolos hanya dua proposal," ujarnya saat di auditorium gedung rektorat Untidar, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, Untidar dipercaya mengirimkan dua tim, masing-masing beranggotakan 50 mahasiswa. Total terdapat 100 mahasiswa dan enam dosen yang diterjunkan ke dua titik terdampak banjir parah.

“Dua titik ini termasuk lokasi yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang,” katanya.

Pilkades Serentak 2026 di Magelang: 49 Desa Gelar Pemungutan, Anggaran Rp5,43 Miliar

Program Green House dan Smart Farming

Salah satu dosen pendamping, Andriyatna Agung Kurniawan, Dosen Prodi S1 Teknik Mekatronika Untidar, mengatakan timnya akan terjun ke Nagari Ngalau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Kami membawa 50 mahasiswa dengan tiga dosen pendamping. Program yang kami jalankan berfokus pada integrasi ketahanan pangan menggunakan teknologi energi terbarukan, salah satunya dengan pembangunan green house,” jelasnya.

Ia menambahkan, timnya juga mengusulkan penerapan smart farming hidroponik berbasis panel surya sebagai sumber energi listrik rendah karbon. 

“Harapannya ini bisa membantu pemulihan ketahanan pangan dan bisa direplikasi secara cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, tim lainnya yang didampingi Raka Mahendra Sulistiyo, Dosen Prodi S1 Teknik Mesin Untidar, akan bertugas di Kabupaten Agam.

Di Kabupaten tersebut, khususnya wilayah Danau Maninjau dan Kecamatan Palembayan, merupakan kawasan yang memiliki potensi sumber daya perikanan, sosial budaya, dan pariwisata, namun termasuk dalam wilayah zona merah rawan banjir.

“Insya Allah ada tiga program utama yang kami jalankan, yaitu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sistem filtrasi air bersih, serta ketahanan pangan melalui diversifikasi produk berbasis zero waste, seperti pengolahan ikan nila,” katanya.

Raka mengatakan, program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya listrik, air bersih, dan pangan. (tro)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved