4 Novel Indonesia Bertema Sejarah yang Mengangkat Luka Perempuan
Berikut 4 rekomendasi novel yang mengangkat luka perempuan dengan latar sejarah yang kelam.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Kebodohan penduduk membuat mereka terbawa arus dan divonis telah memperburuk negara ini.
Pedukuhan tersebut kemudian Dibakar, ronggeng dan penabuh calungnya ditahan di penjara.
Berkat kecantikan rupanya, Srintil beruntung tidak diperlakukan smena-mena oleh penguasa penjara.
Novel bersampul penari ronggeng ini mencerminkan realitas pahit sejarah Indonesia.
Keadaan di mana perempuan tidak memiliki hak untuk bersuara atau memilih.
Perempuan seolah alat yang harus mematuhi kehendak dan tidak dihargai, hanya sebagai pemuas hasrat.
Selain itu latar tahun 1960 dengan kondisi yang penuh gejolak politik, kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan masyarakat juga menjadi pelengkap pada cerita.
Sorotan lainnya dalam novel ini yaitu mengenai pentingnya pendidikan bagi sumber daya manusia, begitu pun untuk perempuan.
Baca juga: 4 Rekomendasi Judul Buku Sejarah Tentang Tokoh Pahlawan
3. Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer
Buku Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (1979) karya Pramoedya Ananta Toer ini merupakan catatan mendalam tentang sisi kelam sejarah yang tak jarang diabaikan.
Pram mengisahkan penderitaan para gadis perawan Indonesia yang dijadikan budak seks oleh militer Jepang.
Novel ini memiliki latar di Pulau Buru pada tahun 1942-1945, masa penjajahan Jepang.
Kini para korban wanita tersebut dikenal sebagai Jugun Ianfu atau comfort woman, istilah yang halus, tetapi tidak dengan realitanya.
Buku ini menyuarakan lolongan para korban yang belum mendapatkan keadilan.
Masa itu, Jepang menjanjikan pendidikan ke luar negeri bagi remaja perempuan.
Namun, naasnya, para remaja perempuan tersebut didorong ke markas peperangan untuk melayani tentara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kumpulan-buku-sejarah-tentang-perempuan.jpg)