Mahasiswa Perlu Tahu! 5 Pilihan Tugas Akhir Pengganti Skirpsi
Mendikbudristek dalam keterangannya menyebutkan, tugas akhir berupa skripsi, tesis, dan disertasi tidak lagi diwajibkan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Mendikbudristek dalam keterangannya menyebutkan, tugas akhir berupa skripsi, tesis, dan disertasi tidak lagi diwajibkan.
Namun pelaksanaannya dikembalikan kepada perguruan tinggi masing-masing, dalam peluncuran Merdeka Belajar ke-26: Transformasi Standar Nasional dan Akselerasi Pendidikan Tinggi.
Mendikbudristek menyebutkan ada beberapa alternatif tugas akhir yang dapat menggantikan skripsi, tesis, dan disertasi dalam rangka mempertahankan kualitas lulusan.
Mengingat pengerjaan skripsi, tesis, dan disertasi memiliki beberapa limitasi berupa banyaknya waktu, tenaga, dan biaya tercurah untuk melaksanakannya, serta kurangnya relevansi dengan dunia kerja, memberikan tugas akhir pengganti ke mahasiswa sebagai syarat kelulusan bukanlah ide buruk.
Dalam artikel ini di lansir dari dikdasmen.go.id merumuskan beberapa alternatif-alternatif pengganti skripsi, tesis, dan disertasi, yang mampu mengatasi bahkan mengeliminasi beberapa kekurangan tadi.
Alternatif ini harus pula memberikan manfaat yang sama besar atau bahkan lebih besar dari keunggulan pengerjaan skripsi, tesis, dan disertasi dalam hal peningkatan kemampuan mahasiswa dan kontribusi nyata di masyarakat.
Berikut adalah alternatif-alternatif tugas akhir tersebut:
1. Proyek Kolaboratif
Salah satu alternatif yang menarik untuk dilaksanakan adalah proyek kolaboratif.
Dalam pendekatan ini, mahasiswa bekerja dalam tim dari latar belakang multidisiplin untuk menyelesaikan proyek-proyek inovatif yang relevan dengan disiplin ilmu mereka.
Proyek-proyek ini dapat mencakup penelitian, pengembangan produk atau layanan, atau bahkan solusi untuk masalah sosial yang nyata.
Tim Kerja Multidisiplin: Kolaborasi antara mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu memungkinkan pertukaran ide dan pengetahuan yang kaya.
Hal ini menciptakan lingkungan belajar yang beragam dan mempersiapkan mahasiswa untuk berkolaborasi di dunia nyata.
Proyek-proyek Inovatif: Proyek-proyek ini harus merangsang kreativitas dan inovasi.
Mereka dapat mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman mendalam tentang topik tertentu.
| Seorang Dosen PTS di Jogja Menggugat Kampus karena Merasa Diberhentikan Sepihak |
|
|---|
| Tingkatkan Wawasan Global, Mahasiswa IUPIE UAJY Ikuti Sharing Session Peluang Magang Internasional |
|
|---|
| Cara Daftar Digistar Class Intern 2026 di Telkom, Magang 5 Bulan untuk Mahasiswa Semester 6 |
|
|---|
| Fathul Wahid: Hadapi Tantangan Admisi Mahasiswa Baru, PTIS Harus Perkuat Kapasitas Internal |
|
|---|
| Hadapi Tantangan Admisi Mahasiswa Baru, PTIS Diminta Perkuat Kapasitas Internal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Skripsi-22.jpg)