5 Harta Karun Peninggalan Bos Besar Djarum Group, Michael Bambang Hartono
Michael Bambang Hartono sukses meninggalkan harta karun yang tak ternilai harganya bagi negeri kelahirannya melalui bisnis konglomerasi Djarum Group.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Meski terkadang menuai kritikan etika sebab dana yang disalurkan berasal dari perusahaan utama rokok, filantropi milik Djarum Group ini tetap diakui sebagai kontributor besar bagi perkembangan kehidupan sosial Tanah Air.
Baca juga: Berlatar Yogyakarta, Bakti Lingkungan Djarum Foundation Luncurkan Video Series Pusaka
Melahirkan Atlet Bulutangkis Kelas Dunia
Selain menjadi pabrik raksasa kretek nasional, Djarum Group juga berhasil hadir sebagai pencetak atlet bulutangkis Indonesia.
Peranan besar bagi perkembangan dunia bulutangkis bahkan dimulai dari usia dini, di mana Djarum Group menghadirkan PB Djarum yang menjadi “sekolah” bulutangkis lokal di dalam negeri.
Berbasis di Kudus, Jawa Tengah, klub ini melatih anak-anak berbakat dari seluruh penjuru negeri untuk menjadi atlet profesional kelas dunia di bidang olahraga bulutangkis.
Diresmikan pada tahun 1974, pelatihan bulutangkis ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 1969 oleh saudara Michael Bambang Hartono, Budi Hartono.
Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, dan Kevin Sanjaya Sukamuljo merupakan tiga di antara banyaknya atlet jebolan PB Djarum yang sukses mengharumkan nama Indonesia di dunia bulutangkis internasional.
Baca juga: Kado HUT ke-79 RI, PB Djarum Bawa Pulang Piala Yuni Kartika, Pertahankan Piala Hariyanto Arbi
Menyediakan Beasiswa Pendidikan Bagi Ribuan Mahasiswa Tanah Air
Seperti yang telah sedikit disinggung sebelumnya, Michael Bambang Hartono melalui Djarum Group senantiasa menyediakan beasiswa pendidikan tiap tahunnya.
Melalui program Djarum Beasiswa Plus, ribuan mahasiswa telah terbantu dalam menggapai mimpi-mimpinya sebagai lulusan sarjana/diploma.
Tidak hanya berupa bantuan uang, beasiswa yang disediakan juga memberikan pelatihan soft skills yang bisa menunjang kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia kerja dengan kemampuan leadership.
Nantinya, bagi mahasiswa berprestasi penerima beasiswa, bantuan dana akan diberikan selama satu tahun penuh tiap bulannya dengan disertai kegiatan seminar, workshop, dan kegiatan sosial lainnya.
Sehingga, tidak hanya memberikan dukungan dalam bentuk dana perkuliahan, Djarum Group juga memberikan kesempatan bagi tiap mahasiswa penerima beasiswa untuk memperluas relasi dan pengalaman yang akan berguna kelak di tangga kehidupan yang lebih tinggi.
Baca juga: Ini Strategi Kunci Tingkatkan Peluang Dapat Beasiswa Menurut Direktur LPDP
Menyumbang Medali Perunggu untuk Indonesia Melalui Asian Games 2018
Di tengah hiruk-pikuk sebagai pebisnis ulung yang harus dilalui, bos besar Djarum Group ini masih sempat-sempatnya menyumbangkan medali perunggu bagi tanah kelahirannya.
Michael Bambang Hartono tercatat sebagai salah satu atlet olahraga kartu bridge dalam ajang Asian Games 2018.
Di usianya yang menginjak angka 78 tahun waktu itu, Michael Bambang tercatat sebagai atlet tertua keempat yang turut memeriahkan pesta olahraga Asia yang digelar empat tahun sekali tersebut.
Tidak hanya disoroti karena usia senjanya, ia juga cukup disoroti sebab berhasil membawa pulang medali perunggu atas partisipasinya dalam pertandingan bridge yang diikuti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/michael-bambang-hartono-2.jpg)