Harga Minyak Dunia Melonjak, Tembus 106 Dolar AS Per Barel, Dipicu Perang Iran vs AS dan Isreal
Harga minyak dunia terus mengalami kenaikan akibat perang Iran vs AS dan Israel. Saat ini harga minyak dunia 105 dolar AS per barel.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Namun pemerintah Trump menegaskan produksi minyak utama Iran masih aman.
Kenaikan harga minyak mendorong pemerintah untuk menstabilkan pasokan.
BP mendapat persetujuan untuk proyek lepas pantai baru di Teluk Amerika.
Sable Offshore Corp. diarahkan mengaktifkan kembali rig dan pipa lepas pantai di California Selatan.
Badan Energi Internasional (IEA) sepakat melepaskan 400 juta barel minyak darurat pada akhir Maret 2026.
Lonjakan harga minyak berdampak luas pada ekonomi global.
Di AS, harga bensin naik 24 persen menjadi rata-rata 3,70 dolar AS per galon sejak awal perang.
Gangguan Selat Hormuz juga mengancam distribusi pupuk, yang berpotensi menaikkan harga pangan global.
Barang mudah rusak seperti susu, buah-buahan, sayuran, dan ikan kemungkinan terdampak pertama.
Sebelumnya, harga bensin sempat turun di bawah 3 dolar AS per galon pada Desember 2025.
Analis memperingatkan harga minyak akan tetap fluktuatif di perdagangan di luar jam kerja.
Spekulan melakukan lindung nilai posisi saat volume perdagangan rendah.
Ketidakpastian pasar global tetap tinggi karena pasokan minyak terganggu akibat perang yang belum mereda.
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com.
| Misteri Sinyal SOS F-35 Lightning II di Atas Selat Hormuz |
|
|---|
| Pascaperingatan Rudal Iran, AS Hentikan Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Perintahkan Militer Kawal Kapal di Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras |
|
|---|
| Iran Tak Gentar, Siap Balas Serangan AS |
|
|---|
| Blokade Jalur Energi: Iran Siapkan Manajemen Baru di Selat Hormuz Lawan Amerika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jika-Teheran-Tutup-Selat-Hormuz-Jika-Ada-yang-Mendukung-Israel.jpg)