Link Nonton Gerhana Bulan Total Malam Ini

Fenomena alam gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026) malam ini.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/ Hamim Thohari
Penampakan bulan saat terjadi Gerhana Bulan Total (GBT), Rabu (26/05/2021) dari wilayah Kelurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Fenomena alam gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026) malam ini.

Puncak gerhana bulan total terjadi pada pukul 18.33.39 WIB.

Fenomena alam ini bisa disaksikan secara langsung dengan mata telanjang asalkan langit tidak ditutupi awan.

Namun bagi masyarakat yang ingin menyaksikan secara daring, BMKG menyediakan layanan pemantauan fase gerhana bulan total secara daring melalui tayanga live streaming.

Link live streaming gerhana bulan total malam ini dapat disaksikan melalui tautan ini.

Waktu Puncak Gerhana di Jakarta Fase totalitas berlangsung selama 59 menit 27 detik. 

Secara keseluruhan, durasi gerhana dari awal hingga akhir mencapai 5 jam 41 menit 51 detik.

Berdasarkan data resmi BMKG, berikut rincian waktu setiap fase Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 (WIB):

Gerhana Penumbra Mulai (P1): 15.42.44 WIB

Gerhana Sebagian Mulai (U1): 16.49.46 WIB

Gerhana Total Mulai (U2): 18.03.56 WIB

Puncak Gerhana: 18.33.39 WIB

Gerhana Total Berakhir (U3): 19.03.23 WIB

Gerhana Sebagian Berakhir (U4): 20.17.33 WIB

Gerhana Penumbra Berakhir (P4): 21.24.35 WIB

Dikutip dari Kompas.com, Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menyatakan gerhana mulai teramati di Indonesia bagian barat sejak pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada 18.33.39 WIB. 

Saat fase puncak, Bulan sepenuhnya masuk ke dalam umbra atau bayangan inti Bumi. 

Warna merah yang muncul, dikenal sebagai blood moon, terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek seperti biru lebih banyak tersebar, sementara cahaya merah tetap diteruskan dan dipantulkan oleh permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak kemerahan. 

Berbeda dengan gerhana matahari, cara melihat gerhana bulan total dapat disaksikan secara langsung tanpa kacamata khusus.

Cahaya yang terlihat hanyalah pantulan sinar Matahari dari permukaan Bulan, sehingga tidak berisiko merusak mata.

Di Jakarta dan Indonesia bagian barat, Bulan diperkirakan terbit ketika gerhana telah memasuki fase totalitas atau mendekati puncak.

Artinya, masyarakat berpeluang langsung menyaksikan fase Bulan merah sesaat setelah Bulan muncul di ufuk timur, jika kondisi cuaca cerah.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved