9 WNI Akhirnya Dibebaskan Tentara Israel

Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC), termasuk 9 WNI akhirnya dibebaskan oleh militer Israel.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Nawir Arsyad Akbar
Jurnalis Republika, Bambang Noroyono yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan ditangkap tentara Israel, Senin (18/5/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC), termasuk 9 warga negara Indonesia (WNI) akhirnya dibebaskan oleh militer Israel.

Aktivis dan rombongan jurnalis yang hendak mengirimkan bantuan untuk warga Gaza Palestina itu sebelumnya ditangkap oleh militer Israel di perairan internasional.

Mereka kemudian ditahan di penjara Israel dan mendapatkan penyiksaan dan diperlakukan secara tidak manusiawi.

Adapun WNI yang ditangkap dan ditahan tentara Israel di antaranya Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef - Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk,  Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk, Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize.

Kemudian Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro, Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro, Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1 dan Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1.

Setelah tiga sampai empat hari ditahan, seluruh delegasi akhirnya dibebaskan.

Kabar bahagia ini disampaikan langsung oleh Koordinator Media GPCI Harvin Naqsyabandi berdasarkan konfirmasi resmi dari tim hukum dan sumber internasional saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (21/5/2026).

"Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel," kata Koordinator Media GPCI Harvin Naqsyabandi berdasarkan konfirmasi resmi dari tim hukum dan sumber internasional dikutip dari Kompas.com.

Para relawan dikabarkan masih dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turkiye.

GPCI memastikan pemulangan relawan masih terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, serta jaringan internasional pendukung Flotilla.

 "Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat," ujarnya.

Kabar dibebaskannya 9 WNI yang tergabung dalam delegasi GSF dan FFC tersebut juga sudah diinformasikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Kabar tersebut disiarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono ke publik tidak lama setelah GPCI mengkonfirmasi hal tersebut. 

Pemerintah juga mengapresiasi Pemerintah Turkiye yang telah mendukung penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan sembilan WNI tersebut.

Menurut Menlu Sugiono, 9 WNI yang sebelumnya ditangkap oleh tentara Israel sudah tiba di Istanbul dalam kondisi selamat.

Selanjutnya, mereka akan dipulangkan ke Indonesia.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa sembilan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan oleh militer Israel telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, dalam keterangannya via akun X resmi, Jumat (22/5/2026) malam waktu Indonesia.

Para WNI itu tiba di Istanbul pada Kamis (21/5/2026) waktu setempat.

Dari video dan gambar yang dibagikan Menlu Sugiono di akun Instagram-nya, sembilan WNI itu mengenakan kefiyeh melingkar di pundak dan menghadap ke kamera.

Di belakang mereka terdapat bendera-bendera Turkiye, tempat mereka berada sekarang. Mereka didampingi Kepala Perwakilan Konjen RI di Istanbul, Darianto Harsono.

Mereka mengadakan panggilan video atau video call dengan Sugiono lewat ponsel yang dipegang Darianto.

Baca juga: Imbas Suar Laga Kandang Terakhir, PSIM Yogyakarta Tanggung Denda Rp 290 Juta

Kemlu RI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia dalam membebaskan mereka, yakni KBRI Ankara di Turki, KBRI Kairo di Mesir, KBRI Roma di Italia, KBRI Amman di Yordania, KJRI Istanbul, serta otoritas internasional. 

Meski sempat mengalami penyiksaan oleh tentara Israel, namun sembilan WNI itu secara umum masih dalam kondisi sehat.

Kini, mereka akan pulang ke Indonesia menemui sanak famili yang sudah menunggu di rumah.

“Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabugn dalam misi Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat, walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik,” kata Darianto Harsono.

Menlu kecam keras Israel yang siksa WNI Indonesia mengutuk perlakuan pihak Israel terhadap aktivis dan jurnalis dari Indonesia itu.

“Indonesia mengecam keras tindakan penyiksaan yang dilakukan oleh Israel terhadap WNI pada saat penahanan,” kata Sugiono.

Sugiono menjelaskan bahwa tindakan tidak manusiawi terhadap para relawan Global Sumud Flotilla 2.0 itu adalah pelanggaran terhadap hukum internasional dan bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Para relawan dikabarkan masih dalam proses deportasi dan pemulangan keluar dari wilayah Israel melalui Bandara Ramon/Eilat menuju Istanbul, Turkiye. GPCI memastikan pemulangan relawan masih terus dipantau oleh tim hukum, jalur diplomatik, serta jaringan internasional pendukung Flotilla.

 "Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat," ujarnya.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved