Dua Kapal PIS Berhasil Keluar dari Zona Konflik Timur Tengah, Dua Lainnya Masih Siaga

Dua dari empat kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di perairan Timur Tengah berhasil keluar dari wilayah konflik.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
google earth
Selat Hormuz 

Ringkasan Berita:
  • Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon berhasil keluar dari wilayah konflik Timur Tengah dan kini berada di posisi aman.
  • Kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih tertahan di Teluk Arab menunggu situasi Selat Hormuz kondusif untuk berlayar.
  •  Pertamina menjamin rantai pasok energi nasional tetap solid melalui pemantauan armada 24 jam dan koordinasi ketat dengan otoritas maritim.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Dua dari empat kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di perairan Timur Tengah berhasil keluar dari wilayah konflik.

Kedua kapal tersebut yakni kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.

Pada awal perang mencuat di Timur Tengah, kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan - UAE, sedangkan Kapal PIS Paragon sedang discharge di Oman.

Saat ini kedua kapal tersebut sudah keluar dari wilayah konflik.

Sementara dua kapal lainnya yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih menunggu situasi aman untuk kembali berlayar.

VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab.

Dikutip dari Kompas.com, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita memastikan dua kapal milik PIS sudah keluar dari zona konflik.

"Dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026) dikutip dari Kompas.com.

Untuk kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, menurut Vega saat ini masih berada di Teluk Arab karena masih menunggu situasi di Selat Hormuz aman.

"Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz. Keduanya dalam kondisi aman," kata dia.

Baca juga: Kronologi Pelajar di Bantul Kena Sabetan Gesper hingga Penglihatannya Terganggu

Adapun Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).

Sedangkan, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. 

Dengan berhasilnya dua kapal keluar dari wilayah konflik, Vega memastikan, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia. 

"Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved