Makna Lagu 'Eternity' Alex Warren: Merayakan Kehilangan dan Kerinduan Mendalam

“Eternity” bukan sekadar lagu sedih. Ini cerita tentang rindu yang tak selesai, waktu yang terasa beku, dan kehilangan yang diam-diam menghantui.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja
Momen Alex Warren saat di Red Carpet Grammys Award (Instagram @alexwarren) 
- Transpose +

Ringkasan Berita:
  • Cerita kehilangan yang langsung kena, “Eternity” berhasil menangkap rasa ditinggal yang sunyi dan menyakitkan.
  • Lirik simpel tapi nempel,  menegaskan rindu yang terasa lama dan tak selesai.
  • Musik tenang yang menghantui, gitar lembut dan vokal rapuh bikin suasana sendu menetap lama setelah lagu berakhir.

TRIBUNJOGJA.COM- Setelah “Ordinary”, Alex Warren kembali menegaskan momentumnya lewat single “Eternity” dari album You’ll Be Alright, Kid. 

Tahun ini namanya ikut merangsek ke nominasi Best New Artist di Grammy Awards 2026, tanda bahwa ini bukan sekadar hype sesaat. 

Dirilis pada 2025, “Eternity” telah diputar sekitar 49 juta kali per bulan di Spotify.

Dengan durasi 3 menit 10 detik, “Eternity” mengangkat tema kehilangan dan kerinduan pada sosok istimewa. 

Aransemen gitar yang lembut, ditopang backing vokal halus, menciptakan suasana hening yang intens. Alex menyampaikan pesannya secara jujur dan langsung, tanpa drama berlebihan, justru itu yang membuat emosinya terasa.

Penasaran bagaimana Alex mengunkapkan pesan melalui “Eternity”

Ini dia lirik dan terjemahan Bahasa Indonesia Lagu Eternity karya Alex Warren.

Hear the clock ticking on the wall

(Dengarkan jam berdetak di dinding)

Losing sleep losing track of the tears I cry

(Kehilangan tidur, kehilangan jejak air mata yang kau tangisi)

Every drop is a waterfall

(Setiap tetes adalah air terjun)

Every breath is a break in the riptide

(Setiap nafas adalah jeda dalam arus deras)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved