Mengulik Makna Dibalik Lagu Wish List – Taylor Swift, Bikin Salting

Tentang bagaimana di tengah begitu banyak kemungkinan, seseorang tetap memilih satu orang untuk diajak menua dan hidup bersama.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
pinterest
Taylor Swift - Wish List 

Ringkasan Berita:
  • Lagu jatuh cinta tentang keyakinan memilih satu orang untuk hidup dan menua bersama.
  • Menyampaikan pesan universal bahwa semua orang pantas mendapatkan harapannya.
  • Romansa dewasa, tenang, dan berorientasi pada masa depan.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Taylor Swift dikenal sebagai musisi yang menulis lagu dengan merangkum emosi besar dalam bahasa yang sederhana.

Lewat lagu salah satu lagunya, Wish List, Taylor tidak hanya berbicara tentang jatuh cinta, tetapi tentang bagaimana di tengah begitu banyak kemungkinan, seseorang tetap memilih satu orang untuk diajak menua dan hidup bersama.

Lagu ini bukan sekadar kisah romansa manis. Wish List membawa pesan yang lebih luas dan universal.

Baca juga: Lirik dan Terjemahan Begin Again - Taylor Swift, Lagu Vibes Jatuh Cinta

Setiap orang pantas mendapatkan apa yang mereka inginkan dan harapkan dalam hidup, tetapi pada akhirnya, ada satu harapan untuk berbagi hidup dengan orang yang sama, bukan hanya sebagai pasangan, tapi sebagai teman hidup terbaik.

Kata wish dalam lagu ini tidak berdiri sebagai keinginan pribadi semata.

Taylor menjadikannya sebagai bentuk representasi harapan manusia secara umum. Semua orang memiliki harapan untuk hidup yang cukup, cinta yang aman, atau bahkan masa depan yang terasa seperti “rumah”

Lagu ini menyampaikan pesan implisit bahwa tidak salah memiliki keinginan, dan tidak egois untuk berharap hidup berjalan sesuai yang kita impikan.

Dalam lirik "and they should have what they wany, they deserve what they want, hope they get what they want", 

Taylor ingin semua orang pantas mendapatkan apa yang mereka mau, apa yang mereka doakan, dan apa yang mereka tunggu-tunggu.

Namun di antara semua pencapaian dan keinginan itu, ada satu hal yang tetap menjadi pusat segalanya, keinginan untuk menjalani hidup bersama satu orang yang sama.

Taylor tidak menempatkan wish sebagai permintaan kosong atau angan-angan yang belum tercapai.

Justru sebaliknya, Wish List terasa seperti refleksi seseorang yang sudah mendapatkan apa yang ia inginkan di dunia ini.

Ia tidak sedang memohon, tidak sedang menunggu. Ia sudah sampai di titik di mana hidup terasa penuh.

Namun dari semua hal yang ia miliki, satu keinginannya tetap sederhana dan konsisten seperti dalam lirik "i just want you"  (aku hanya ingin kamu).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved