Lirik dan Makna "Bunga Maaf" The Lantis, Peraih AMI Awards 2025

Lagu “Bunga Maaf” milik The Lantis lahir dari kisah nyata penyesalan vokalis, hingga sukses menembus jutaan pendengar dan AMI Awards 2025.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja
Cover EP Bunga Maaf karya The Lantis (Instagram @thelantis) 
- Transpose +

Berujung pilu.

 

Andai angin mengulang sebuah masa yang tlah usang.

Kan kutelan isi bumi hanya untukmu.

Terima bunga maafku, layu termakan egoku.

Meski ku tahu tak bisa.

 

Andai angin mengulang semua masa yang telah hilang.

Kan kutelan isi bumi hanya untukmu.

Terima bunga maafku, layu termakan egoku.

Meski ku tahu (meski ku tahu).

Meski ku tahu ku tak akan bisa.

 

Lagu “Bunga Maaf” mengangkat kisah penyesalan yang bersifat personal dan emosional. 

Berdasarkan keterangan Ravi dalam sebuah wawancara, lagu ini ditulis sebagai ungkapan permohonan maaf kepada sang kakek, Ahmad Lanti, yang pernah mengasuhnya sejak kecil. Melalui lirik "Masihkah. Luka itu, ada disana? Yang kutinggalkan, saat kita masih bersama" penyesalan itu disampaikan.

Ravi merasa tidak cukup meluangkan waktu dan perhatian sebagai cucu. Kini, saat sang kakek tengah mengalami sakit, Ravi menyampaikan rasa sesal dan cinta tersebut melalui karya musik berjudul "Bunga Maaf". 

Cerita inilah yang membuat lagu ini terasa jujur dan menyentuh banyak pendengar. (MG Erlysta Nafa Azhary)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved