Lirik dan Terjemahan Lagu Artificial Grass – Stephanie Poetri
Stephanie mengajak pendengarnya untuk merenungkan: apakah kita benar-benar hidup
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
Laying next to the love of my life
Berbaring di samping cinta sejatiku
Like I’m not just wasting precious time
Seolah aku tidak sedang menyia-nyiakan waktu berharga
Cause he could die
Karena dia bisa saja mati
And I’ll realize
Dan aku akan menyadari
That nothing really matters, with–
Bahwa tak ada yang benar-benar penting, dengan—
The flickering lights
Lampu yang berkedip-kedip
Over and over
Berulang kali
Dead of the night
Di tengah malam yang sunyi
My brain’s fried like a toast tt-toaster
Otakku gosong seperti roti panggang di pemanggang
So kill the boredom
Jadi bunuh rasa bosan ini
Feel the distortion
Rasakan kekacauan itu
Touching artificial grass
Menyentuh rumput buatan
It’s in my system
Itu sudah ada dalam sistemku
But I love the symptoms
Tapi aku menyukai gejalanya
Anything to fill the gaps
Apa pun untuk mengisi kekosongan
Ooh ooh ooh
Ooh ooh ooh
Don’t think I was built for that
Kupikir aku memang tidak diciptakan untuk itu
Ooh ooh ooh
Ooh ooh ooh
Touching artificial grass
Menyentuh rumput buatan
Am I an insomniac
Apakah aku seorang insomnia
Or an empath
Atau seorang empati
What is karma
Apa itu karma
How to laugh like a girl
Bagaimana tertawa seperti seorang gadis
Is it cancer
Apakah ini kanker
Cause everything tells me I’m dying
Karena semuanya membuatku merasa aku sedang sekarat
Is my hometown
Apakah kotaku
Really sinking
Benar-benar tenggelam
Google translate
Google terjemahan
Am I really that fat
Apakah aku benar-benar sebegitu gemuknya
I’m addicted
Aku kecanduan
To cursors and cursing and lying
Pada kursor, mengumpat, dan berbohong
So kill the boredom
Jadi bunuh rasa bosan ini
Feel the distortion
Rasakan kekacauan itu
Touching artificial grass
Menyentuh rumput buatan
It’s in my system
Itu sudah ada dalam sistemku
But I love the symptoms
Tapi aku menyukai gejalanya
Anything to fill the gaps
Apa pun untuk mengisi kekosongan
Ooh ooh ooh
Ooh ooh ooh
Don’t think I was built for that
Kupikir aku memang tidak diciptakan untuk itu
Ooh ooh ooh
Ooh ooh ooh
Touching artificial grass
Menyentuh rumput buatan
(MG. Nadya Shalihah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Artificial-Grass-Stephanie-Poetri.jpg)