Mengulik Lirik dan Terjemahan Closure – Asking Alexandria
Lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, menyinggung perasaan kehilangan dan usaha untuk menemukan penutup dari sebuah kisah
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
I'm everything we need to make this scene what it should have been
(Aku adalah segalanya yang kita butuhkan untuk membuat dunia ini menjadi seperti yang seharusnya)
Remember platinum albums, sold out stadiums, leave it to me
(Ingat album platinum, stadion yang terjual habis, serahkan padaku)
Let's tell the truth, not to be rude but we're all irrelevant
(Mari jujur, bukan bermaksud kasar tapi kita semua tidak penting)
This music's dead with a bullet in it's head
(Musik ini mati dengan peluru di kepalanya)
Let's wake it up
(Ayo kita bangunkan)
Whoa-oh-oh
(Whoa-oh-oh)
Whoa-oh-oh
(Whoa-oh-oh)
It's so insane, I'm so insane
(Ini gila sekali, aku gila sekali)
Going insane, I'm so insane
(Menjadi gila, aku gila sekali)
Leave it to me from here
(Serahkan padaku mulai sekarang)
Leave it to me from here
(Serahkan padaku mulai sekarang)
(MG Ignatius Gunarso Tri Widagdo)
| Megatruh Soundsystem Hadirkan ‘Jagad Amuk Rakyat’, Mars Gelap Menuju Album Kedua |
|
|---|
| MOCTAR Rilis ‘Periodik’, Rangkum 15 Tahun Perjalanan Lewat Album dan Tur Toko Buku |
|
|---|
| Hoyoverse Berkolaborasi dengan MAPPA: Rilis Trailer Death in the Afternoon |
|
|---|
| ‘Delirium’, Ledakan Emosi The Troublemaker tentang Kesehatan Mental |
|
|---|
| The Apothecary Diaries Hadir dalam Audiobook Bahasa Inggris, Dijadwalkan Rilis Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Asking-Alexandria-The-Black.jpg)