Mengulik Lirik dan Terjemahan Closure – Asking Alexandria

Lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, menyinggung perasaan kehilangan dan usaha untuk menemukan penutup dari sebuah kisah

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
instagram.com/askingalexandria
Lirik dan Terjemahan Lagu The Black – Asking Alexandria 
- Transpose +

TRIBUNJOGJA.COM - Band Asking Alexandria dikenal dengan lagu-lagu penuh emosi yang membicarakan konflik batin, kekecewaan, hingga pencarian jati diri.

Salah satu karya mereka yang sarat makna adalah “Closure”.

Lagu ini menghadirkan nuansa emosional yang kuat, menyinggung perasaan kehilangan dan usaha untuk menemukan penutup dari sebuah kisah yang menyakitkan.

Dengan aransemen khas yang keras namun tetap melodius, “Closure” menjadi salah satu nomor yang mampu menyentuh hati pendengar.

Mengulik lirik dan terjemahannya akan membuka pemahaman lebih dalam tentang pesan yang ingin disampaikan band ini kepada para penggemarnya.

Berikut lirik dan terjemahan lagu Closure.

One last time!

(Satu kali terakhir!)

We're back again, you know we're not f**ing around

(Kita kembali lagi, kau tahu kita tidak main-main)

Got a bottle of jack in our hands

(Memegang sebotol Jack di tangan kita)

You tryna' keep up kid?

(Kau coba ikuti, nak?)

Let's see who hits the ground

(Mari kita lihat siapa yang jatuh ke tanah)

We've drank the drinks

(Kita sudah minum minuman itu)

We've done the drugs

(Kita sudah pakai obat-obatan itu)

Clearly we don't remember

(Jelas kita tidak ingat)

We've come so far

(Kita sudah melangkah sejauh ini)

We've shown them all

(Kita sudah tunjukkan pada mereka semua)

Without us you'd fall and fade away

(Tanpa kita kau akan jatuh dan menghilang)

They say it all breaks down to keeping your feet on the ground

(Mereka bilang semuanya bermuara pada menjaga kakimu tetap di tanah)

My sole intention is keeping my head in the clouds

(Satu-satunya niatku adalah menjaga kepalaku tetap di awan)

They say that I can't last a day in the real world

(Mereka bilang aku tidak bisa bertahan sehari pun di dunia nyata)

I say you wouldn't survive one night in mine

(Aku bilang kau tidak akan selamat satu malam pun di duniaku)

Notorious and shit I wouldn't trade it for the world

(Ternama dan keren, aku tidak akan menukarnya dengan apa pun di dunia)

I'm infamous but damn you can't help but love this shit

(Aku terkenal buruk, tapi sial, kau pasti menyukai hal ini)

Notorious and shit I wouldn't trade it for the world

(Ternama dan keren, aku tidak akan menukarnya dengan apa pun di dunia)

I'm infamous but damn you can't help but love this shit

(Aku terkenal buruk, tapi sial, kau pasti menyukai hal ini)

You can't help but love this shit

(Kau pasti menyukai hal ini)

I'm everything we need to make this scene what it should have been

(Aku adalah segalanya yang kita butuhkan untuk membuat dunia ini menjadi seperti yang seharusnya)

Remember platinum albums, sold out stadiums, leave it to me

(Ingat album platinum, stadion yang terjual habis, serahkan padaku)

Let's tell the truth, not to be rude but we're all irrelevant

(Mari jujur, bukan bermaksud kasar tapi kita semua tidak penting)

This music's dead with a bullet in it's head

(Musik ini mati dengan peluru di kepalanya)

Let's wake it up

(Ayo kita bangunkan)

Whoa-oh-oh

(Whoa-oh-oh)

Whoa-oh-oh

(Whoa-oh-oh)

It's so insane, I'm so insane

(Ini gila sekali, aku gila sekali)

Going insane, I'm so insane

(Menjadi gila, aku gila sekali)

Leave it to me from here

(Serahkan padaku mulai sekarang)

Leave it to me from here

(Serahkan padaku mulai sekarang)

 

(MG Ignatius Gunarso Tri Widagdo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved