Review BEASTARS Final Season Part 2: Eksplorasi Identitas yang Mendalam

Bagian penutup ini dirilis di Netflix pada 7 Maret 2026, sekaligus menutup cerita yang diadaptasi dari manga karya Paru Itagaki.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja
Review BEASTARS Final Season Part 2 

Sementara Haru berusaha melanjutkan kehidupannya sebagai mahasiswa meskipun berbagai ancaman masih membayangi.

Ketika ancaman Melon semakin nyata dan bahaya mendekati Haru, Legoshi akhirnya harus kembali menghadapi masa lalunya sekaligus menentukan masa depannya.

Konflik ini membawa para karakter menuju konfrontasi terakhir yang menentukan arah dunia mereka.

Baca juga: Viral Anime Pendek Evangelion 30 Tahun Tembus 3,3 Juta Views dalam 24 Jam

Dunia Beastars yang Lebih Gelap dan Kompleks

Sejak awal penayangannya, Beastars dikenal sebagai anime yang tidak hanya menyajikan cerita sekolah biasa.

Serial ini menghadirkan alegori sosial yang kuat melalui hubungan predator dan mangsa.

Konsep tersebut menjadi metafora bagi berbagai isu masyarakat, seperti prasangka, ketidaksetaraan, dan konflik identitas.

Final Season Part 2 melanjutkan pendekatan ini dengan cerita yang lebih matang dan serius.

Banyak konflik yang sebelumnya hanya disinggung kini mencapai titik klimaks.

Hubungan antar karakter juga menjadi fokus utama, terutama hubungan antara Legoshi dan Haru yang sejak awal menjadi inti emosional cerita.

Namun, cerita tidak hanya berpusat pada romansa. Serial ini juga menggali konflik batin para karakter, termasuk dilema moral antara mengikuti naluri atau mempertahankan nilai kemanusiaan.

Animasi CGI yang Tetap Menjadi Daya Tarik

Salah satu ciri khas Beastars adalah penggunaan animasi CGI yang diproduksi oleh studio Orange.

Sejak musim pertama, gaya visual ini menjadi identitas kuat seri tersebut.

Walau awalnya sempat menuai perdebatan, animasi CGI dalam Beastars akhirnya dianggap berhasil menampilkan ekspresi karakter secara detail.

Di Final Season Part 2, kualitas animasi tetap menjadi salah satu kekuatan utama.

Gerakan karakter terasa halus dan dinamis, terutama dalam adegan aksi dan momen emosional.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved